Showing posts with label best. Show all posts
Showing posts with label best. Show all posts

Friday, February 20, 2026

Kementerian ESDM: Impor Energi AS Tak Ganggu Kemandirian

 

Ilustrasi impor energi. (AP Photo/AP News)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kesepakatan perdagangan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tidak menggeser arah kebijakan nasional menuju kemandirian energi.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa komitmen impor bahan bakar minyak (BBM) dari AS dalam perjanjian dagang merupakan bagian dari penyeimbangan tarif bilateral dan tidak berkaitan langsung dengan strategi energi domestik.

“Ini sesuai kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan AS dalam menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak, dan akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari AS, tatapi tidak melepaskan bahwa kita tetap harus mengedepankan kemandirian energi kita,” kata Anggia dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan dokumen Agreement between the United States of America and the Republic of Indonesia on Reciprocal Trade, Indonesia menyetujui kerja sama impor energi dari AS dengan nilai sekitar US$ 15 miliar. Rinciannya meliputi pembelian liquefied petroleum gas (LPG) senilai US$ 3,5 miliar, minyak mentah (crude oil) sebesar US$ 4,5 miliar, serta bensin hasil kilang (refined gasoline) senilai US$ 7 miliar.

Namun, Anggia menegaskan komitmen menteri ESDM untuk menekan ketergantungan terhadap impor BBM tertentu, termasuk menghentikan impor solar, tetap menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah.

Ia menekankan bahwa dokumen perjanjian tidak mencantumkan kewajiban impor solar atau diesel, sehingga kebijakan pengurangan impor solar tetap berjalan sesuai arah kebijakan nasional.

“Ini dua hal yang berbeda antara kesepakatan perdagangan dan kebijakan kemandirian energi,” ujar dia.

Selain sektor minyak dan gas, perjanjian tersebut juga mencakup kerja sama mineral kritis yang diarahkan pada penguatan investasi serta integrasi rantai pasok kedua negara. Fokusnya pada pengembangan kapasitas pengolahan dan pemurnian (processing and refining), tanpa memuat kewajiban ekspor bahan mentah maupun nilai transaksi spesifik.

“Itu lebih ke kerja sama investasi. Untuk detailnya masih akan dibahas lebih lanjut,” ucapnya.

Terkait komoditas energi baru dan terbarukan, termasuk bioetanol, Kementerian ESDM menyatakan belum ada keputusan final mengenai skema perdagangan atau kewajiban ekspor ke AS karena pembahasan masih berlangsung.

“Semua masih berproses dan masih dalam tahap negosiasi. Kita tunggu hasilnya nanti setelah delegasi kembali,” tutur Anggia.


Ia juga menyebut belum ada pembahasan lanjutan mengenai Freeport Indonesia maupun promosi proyek kilang minyak baru dalam rangkaian negosiasi perdagangan tersebut.

Pemerintah memastikan hasil akhir kesepakatan dan tindak lanjut perjanjian perdagangan RI-AS akan diumumkan kepada publik setelah seluruh proses negosiasi serta koordinasi lintas kementerian rampung.

Monday, January 12, 2026

 Ilustrasi Bank Indonesia.

Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh pada Desember 2025. Hal tersebut tercermin dari hasil survei penjualan eceran (SPE) yang menunjukkan indeks penjualan riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4% secara tahunan (year on year/yoy), meski melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 6,3% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kinerja positif penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan sejumlah kelompok, seperti suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,0% (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,5% (mtm).

ADVERTISEMENT

“Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Bank Indonesia mencatat, pada November 2025 IPR secara tahunan tumbuh 6,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3% (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 tumbuh 1,5% (mtm). Kinerja ini didorong oleh peningkatan penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, yakni Februari 2026, akan meningkat. Hal ini tecermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 163,2, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Adapun untuk enam bulan mendatang, yaitu Mei 2026, tekanan inflasi diperkirakan menurun. IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 161,7.

Wednesday, December 24, 2025

Harga Emas dan Perak Dunia Kompak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

 Ilustrasi emas

Ilustrasi emas (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar logam mulia global tengah berkilau. Harga perak dan emas dunia sama-sama menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (23/12/2025), didorong oleh kombinasi kuat antara pasokan yang ketat, permintaan industri yang meningkat, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ketegangan geopolitik global.

Dikutip dari Reuters, harga perak spot pada Selasa sempat menyentuh rekor US$ 71,49 per ons troi. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melambung 147%, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terbaik pada 2025.

“Pasar perak telah mengalami defisit selama lima tahun, dengan permintaan industri yang terus meningkat. Faktor aset lindung nilai, ekspektasi dolar yang lebih lemah, dan imbal hasil yang lebih rendah juga mendorong harga,” ujarnya.

Grant menambahkan, target harga perak berikutnya berada pada level US$ 75 per ons troi, meski aksi ambil untung menjelang akhir tahun berpotensi memicu koreksi jangka pendek.

Sementara itu, harga emas spot juga mencetak rekor baru pada level US$ 4.497,55 per ons troi. Secara tahunan, harga emas telah melonjak sekitar 70%, didukung oleh ketegangan geopolitik global, pemangkasan suku bunga AS, pembelian agresif oleh bank sentral, serta permintaan investasi yang solid.

Analis dari SP Angel menilai tren jangka panjang emas masih sangat kuat.

“Diversifikasi cadangan devisa bank sentral menjadi pendorong utama harga emas hingga akhir dekade ini. Kami melihat emas berpotensi naik menuju US$ 5.000 per ons troi pada tahun depan,” tulis SP Angel dalam riset terbaru.

Wednesday, November 19, 2025

Pengangguran AS Naik, Harga Emas Dunia 19 November Berhasil Menguat

 Harga emas global kembali menguat usai melemah cukup dalam.

Harga emas global kembali menguat usai melemah cukup dalam. (AP)

Houston, Beritasatu.com – Harga emas dunia menguat dari posisi terendah sepekan pada Rabu (19/11/2025), didukung data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah, membuat pelaku pasar berharap adanya peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve.

Harga spot gold naik 0,4% menjadi US$ 4.072,37 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 10 November. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,2% ke US$ 4.066,50 per ons.

Data terbaru menunjukkan jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran mencapai level tertinggi dua bulan pada pertengahan Oktober, dengan klaim lanjutan meningkat menjadi 1,9 juta pada pekan yang berakhir 18 Oktober.

ADVERTISEMENT

“Data tersebut sedikit meningkatkan harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember. Ini membantu emas dan perak yang mencoba memutus tren pelemahan tiga hari,” ujar analis logam independen, Tai Wong, seperti dilansir dari Reuters.

Pelaku pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga mencapai hampir 50% pada pertemuan The Fed 9–10 Desember, naik dari 46% pada awal sesi, tetapi turun dibandingkan ekspektasi 67% pekan lalu, menurut FedWatch CME Group.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga turun. Harga logam mulia tersebut melemah lebih dari 3% pada akhir pekan kemarin dan turun 1% pada awal pekan ini seiring terkikisnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini.

“Permintaan resmi terhadap emas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu lama, menopang bias bullish dan membuka potensi kenaikan dari proyeksi harga rata-rata US$ 4.000 per ounce tahun depan,” tulis analis Deutsche Bank dalam catatan riset.

Sementara logam lain, spot silver naik 1,2% menjadi US$ 50,78 per ons, platinum menguat 0,5% ke US$ 1.541,57, dan paladium naik 1,1% menjadi US$ 1.408,52.