Showing posts with label best profit. Show all posts
Showing posts with label best profit. Show all posts

Friday, July 31, 2026

Harga Emas Menuju Kenaikan Bulanan Pertama dalam 5 Bulan

 Ilustrasi emas batangan dan dolar Amerika Serikat (AS).

Ilustrasi emas batangan dan dolar Amerika Serikat (AS). (ChatGPT)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026), tetapi tetap berada pada jalur kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Harga emas spot pada Jumat siang turun 0,5% menjadi US$ 4.076,53 per ons troi. Meski terkoreksi, harga emas masih menguat sekitar 0,7% secara mingguan dan naik sekitar 1,8% sepanjang Juli 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus 2026 turun 0,5% menjadi US$ 4.079,60 per ons troi.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelemahan harga emas dipicu aksi ambil untung investor setelah reli pada perdagangan sebelumnya, bersamaan dengan penguatan moderat dolar Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

"Emas menunjukkan kecenderungan melemah karena aksi ambil untung dan penguatan moderat dolar AS setelah kenaikan harga emas sehari sebelumnya," ujar Waterer, dikutip dari Reuters.

Indeks dolar AS menguat sekitar 0,3% setelah sehari sebelumnya anjlok 2,4%, penurunan harian terbesar sejak Januari 2023. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri, sehingga menekan permintaan.

Meski demikian, Waterer menilai level US$ 4.000 per ons troi menjadi area penopang yang kuat karena menarik minat investor untuk kembali membeli saat harga terkoreksi.

"Emas tampil lebih baik sepanjang bulan ini. Level US$ 4.000 menjadi semacam bantalan yang menarik minat beli ketika harga turun," katanya.


Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve pada Rabu (29/7/2026) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan berikutnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September 2026 mencapai 63%. Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 58,70 per ons troi. Platinum melemah 1,2% menjadi US$ 1.639,77 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,2% menjadi US$ 1.301,50 per ons troi. 

Monday, July 13, 2026

Iran Klaim Serang Bahrain hingga Yordania, Sirene Dibunyikan

 Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya. (Associated Press Video/AP)

Kuwait, Beritasatu.com – Iran mengeklaim telah melancarkan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania dengan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat (AS). Serangan-serangan tersebut dikatakan sebagai aksi balasan atas kembali meningkatnya serangan militer Washington di wilayah pesisir selatan Iran.

Mengutip live report Al Jazeera, Senin (13/7/2026), staf umum angkatan darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Militer Kuwait menegaskan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat serangan tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Sementara itu, Bahrain membunyikan sirene serangan udara setelah mengaktifkan sistem peringatan nasional. Menurut laporan Anadolu Agency, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirene peringatan pada Senin (13/7/2026) dan meminta seluruh warga serta penduduk segera mencari tempat perlindungan.

ADVERTISEMENT

"Sirene alarm telah diaktifkan. Kami mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang, menuju ke lokasi aman terdekat, dan mengikuti perkembangan melalui saluran resmi," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain. 

Pada saat yang sama, beberapa layanan pelacakan penerbangan dan laporan yang beredar di media sosial memperlihatkan Yordania dikabarkan telah menangguhkan penerbangan menyusul serangan rudal di langit negaranya. 

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, otoritas Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi laporan mengenai penghentian sementara penerbangan tersebut.