
Kota Agung, Beritasatu.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang merah yang mencapai dua kali lipat, disusul bawang putih, cabai, dan telur ayam ras.
Pedagang mengaku lonjakan harga dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut turut menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada penurunan omzet penjualan.
Pantauan Beritasatu.com, Minggu (14/6/2026), harga bawang merah Brebes di Pasar Kota Agung yang sebelumnya dijual Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.
Harga bawang putih juga mengalami kenaikan sekitar Rp 7.000 per kilogram. Komoditas tersebut sebelumnya dijual Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 32.000 per kilogram.
Kenaikan serupa terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram kini dijual Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram.
Cabai hijau keriting yang sebelumnya dibanderol Rp 30.000 per kilogram juga naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras turut mengalami kenaikan. Komoditas tersebut sebelumnya dijual sekitar Rp 27.000 per kilogram dan kini naik menjadi Rp 31.000 per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan harga barang mulai terjadi dalam 3 hari terakhir. Meningkatnya biaya distribusi dan ongkos angkut turut mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
Seorang pedagang sembako di Pasar Kota Agung, Itho Kurniawan (45) mengatakan kenaikan harga bawang menjadi yang paling tinggi dibandingkan komoditas lainnya.
"Pokoknya kenaikannya sampai dua kali lipat untuk komoditas bawang dan yang lainya naik dengan persentase 20%," kata Itho.
BACA JUGA
Rupiah Tumbang, Ekonomi Terguncang
Menurut Itho, kenaikan harga membuat jumlah pembeli berkurang sehingga omzet penjualannya ikut menurun.
Meski harga naik, Itho memastikan stok kebutuhan pokok di pasaran masih relatif aman. Pasokan hanya sesekali mengalami keterlambatan dan tidak sampai menyebabkan kelangkaan.



