Friday, August 7, 2026

IHSG Hari Ini Naik 0,39 Persen, Sektor Energi Pimpin Penguatan

 Ilustrasi IHSG.

Ilustrasi IHSG. (Beritasatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026) dan hingga pukul 09.16 WIB naik 0,39% atau bertambah 24,632 poin ke level 6.368,344. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.377,620 dan terendah 6.347,429 setelah dibuka di posisi 6.352,376.

Aktivitas perdagangan mencatat volume 6,781 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,245 triliun dari 367.593 kali transaksi. Sebanyak 265 saham menguat, 233 saham melemah, dan 208 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 11.160,534 triliun.

Dari 11 indeks sektoral, mayoritas bergerak di zona hijau. Sektor energi memimpin penguatan sebesar 1,09%, diikuti transportasi 0,65%, infrastruktur 0,75%, properti 0,35%, teknologi 0,35%, barang konsumen primer 0,12%, bahan baku 0,06%, dan keuangan 0,01%.

Sementara itu, sektor perindustrian terkoreksi 0,25%, barang konsumen nonprimer turun 0,55%, serta kesehatan melemah 0,05%.

ADVERTISEMENT

Penguatan juga terjadi pada sejumlah indeks utama. Indeks LQ45 naik 0,51%, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,57%, IDX30 bertambah 0,55%, dan Investor33 meningkat 0,46%.

Pada jajaran top gainers, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) memimpin dengan kenaikan 25,00%, disusul PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) 21,31%, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) 16,22%, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) 13,21%, serta PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) 11,94%.

Adapun top losers ditempati PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang turun 14,63%, diikuti PT Bach Multi Global Tbk (BACH) 11,11%, PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) 8,55%, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) 7,22%, dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) 5,60%.

Wednesday, August 5, 2026

Negara Berpenduduk 12.000 Jiwa Ini Resmi Ganti Nama, Simak Sejarahnya

 Ilustrasi Nauru atau Republik Naoero.

Ilustrasi Nauru atau Republik Naoero. (Dok/Aroundtravels)

Jakarta, Beritasatu.com - Nauru resmi mengakhiri penggunaan nama yang telah melekat selama berabad-abad. Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik itu kini secara resmi menggunakan nama Republik Naoero, sebagai bagian dari langkah dekolonisasi untuk menghidupkan kembali identitas tradisional masyarakatnya.

Keputusan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan negara berpenduduk sekitar 12.000 jiwa itu. Pergantian nama bukan sekadar perubahan administratif, melainkan simbol untuk meninggalkan warisan kolonial yang telah membentuk sejarah panjang pulau kecil tersebut.

Gandeng Oman, Iran Tepis Klaim Trump Soal Perundingan

Sejarah Panjang Kolonialisme di Nauru

Asal-usul penduduk pertama pulau ini belum diketahui secara pasti. Laporan Britannica menyebut masyarakat awal Nauru hidup dalam isolasi cukup lama sehingga memiliki bahasa asli yang khas.

Saat pelaut Eropa pertama kali tiba pada akhir abad ke-18, masyarakatnya terbagi ke dalam 12 kelompok kekerabatan matrilineal yang masing-masing dipimpin seorang kepala suku.

Kontak intensif dengan bangsa Eropa baru berlangsung pada 1830-an ketika industri perburuan paus mulai berkembang di Mikronesia timur. Pulau ini kemudian menjadi tempat persinggahan kapal-kapal yang mencari persediaan makanan dan air.

Kedatangan para pemukim Eropa membawa perubahan besar. Alkohol, senjata api, dan penyakit asing masuk ke pulau tersebut sehingga memicu konflik antardistrik yang semakin meluas pada dekade 1880-an.

Situasi itu mendorong Kekaisaran Jerman memasukkan Nauru ke dalam Protektorat Kepulauan Marshall pada 1888. Pemerintahan Jerman bersama para misionaris kemudian mengakhiri konflik bersenjata yang terjadi di pulau tersebut.

Sejarah Nauru terus berubah mengikuti dinamika politik dunia. Pada 1906, Pacific Phosphate Company asal Inggris mencapai kesepakatan dengan pemerintah kolonial Jerman untuk menambang cadangan fosfat yang sangat melimpah di pulau itu. Operasi penambangan dimulai setahun kemudian.

Ketika Perang Dunia I pecah, Australia mengambil alih wilayah tersebut dari Jerman. Mulai 1920, Nauru berstatus wilayah mandat Liga Bangsa-Bangsa dengan Australia, Inggris, dan Selandia Baru sebagai otoritas pengelola, meski administrasi sehari-hari tetap dijalankan Australia.

Perang Dunia II kembali mengubah perjalanan pulau kecil ini. Jepang menduduki Nauru pada Agustus 1942. Sekitar 1.200 warga dipindahkan ke Truk, yang kini bernama Chuuk, untuk dijadikan pekerja paksa di instalasi militer Jepang.

Pulau itu juga menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat selama dua tahun. Setelah Jepang menyerah, Australia kembali mengambil alih wilayah tersebut pada September 1945. Sebanyak 737 warga Nauru akhirnya dipulangkan pada 31 Januari 1946.

Pada 1947, Nauru menjadi wilayah perwalian Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan pengaturan yang hampir sama seperti sebelumnya. Perjalanan menuju pemerintahan sendiri akhirnya mencapai puncaknya ketika perjanjian kemerdekaan disepakati pada Oktober 1967.

Tanggal 31 Januari 1968, yang bertepatan dengan peringatan kepulangan warga dari Truk, dipilih sebagai Hari Kemerdekaan Republik Nauru.

Fosfat Membawa Kemakmuran Sekaligus Krisis

Cadangan fosfat menjadi aset paling berharga yang pernah dimiliki negara ini. Hampir seluruh bagian pulau mengandung endapan fosfat alami berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan industri pertanian dunia.

Setelah merdeka, pemerintah menasionalisasi industri fosfat. Pendapatan dari sektor tersebut sempat menjadikan Nauru sebagai salah satu negara terkaya di kawasan Mikronesia.

Namun, eksploitasi yang berlangsung dalam skala sangat besar membuat cadangan fosfat cepat menipis. Ketika sumber daya itu habis, ekonomi negara ikut mengalami kemerosotan.

Sebagian besar investasi hasil tambang juga mengalami kerugian akibat investasi berisiko dan kasus penipuan sehingga kondisi keuangan negara sempat berada di ambang kebangkrutan. Penemuan cadangan fosfat sekunder pada awal abad ke-21 memang sedikit membantu memperbaiki situasi, tetapi pemerintah tetap harus menerapkan langkah penghematan.

Warisan eksploitasi fosfat masih membekas di hampir seluruh wilayah negara tersebut. Lebih dari separuh daratan mengalami kerusakan akibat tambang terbuka.

Bagian tengah pulau yang dikenal sebagai Topside berubah menjadi kawasan tandus dengan lanskap berbatu yang kerap disamakan dengan permukaan bulan. Gundukan karst tajam mendominasi kawasan itu, sementara kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan vegetasi hampir hilang.

Kerusakan lingkungan tersebut menyebabkan sebagian besar flora dan fauna lokal lenyap. Akibatnya, masyarakat kini sangat bergantung pada pasokan makanan impor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.S Bakal Tarik Biaya Selat Hormuz

Pergantian nama menjadi Republik Naoero menjadi simbol perjalanan baru negara kecil di Samudra Pasifik itu. Pemerintah berharap identitas lama yang berakar pada budaya masyarakat dapat menjadi pengingat untuk belajar dari sejarah kolonial, eksploitasi sumber daya alam, dan berbagai tantangan yang pernah dihadapi.

Friday, July 31, 2026

Harga Emas Menuju Kenaikan Bulanan Pertama dalam 5 Bulan

 Ilustrasi emas batangan dan dolar Amerika Serikat (AS).

Ilustrasi emas batangan dan dolar Amerika Serikat (AS). (ChatGPT)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026), tetapi tetap berada pada jalur kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Harga emas spot pada Jumat siang turun 0,5% menjadi US$ 4.076,53 per ons troi. Meski terkoreksi, harga emas masih menguat sekitar 0,7% secara mingguan dan naik sekitar 1,8% sepanjang Juli 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus 2026 turun 0,5% menjadi US$ 4.079,60 per ons troi.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelemahan harga emas dipicu aksi ambil untung investor setelah reli pada perdagangan sebelumnya, bersamaan dengan penguatan moderat dolar Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

"Emas menunjukkan kecenderungan melemah karena aksi ambil untung dan penguatan moderat dolar AS setelah kenaikan harga emas sehari sebelumnya," ujar Waterer, dikutip dari Reuters.

Indeks dolar AS menguat sekitar 0,3% setelah sehari sebelumnya anjlok 2,4%, penurunan harian terbesar sejak Januari 2023. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri, sehingga menekan permintaan.

Meski demikian, Waterer menilai level US$ 4.000 per ons troi menjadi area penopang yang kuat karena menarik minat investor untuk kembali membeli saat harga terkoreksi.

"Emas tampil lebih baik sepanjang bulan ini. Level US$ 4.000 menjadi semacam bantalan yang menarik minat beli ketika harga turun," katanya.


Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve pada Rabu (29/7/2026) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan sinyal jelas mengenai arah kebijakan berikutnya.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September 2026 mencapai 63%. Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 58,70 per ons troi. Platinum melemah 1,2% menjadi US$ 1.639,77 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,2% menjadi US$ 1.301,50 per ons troi.