Monday, July 13, 2026

Iran Klaim Serang Bahrain hingga Yordania, Sirene Dibunyikan

 Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya. (Associated Press Video/AP)

Kuwait, Beritasatu.com – Iran mengeklaim telah melancarkan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania dengan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat (AS). Serangan-serangan tersebut dikatakan sebagai aksi balasan atas kembali meningkatnya serangan militer Washington di wilayah pesisir selatan Iran.

Mengutip live report Al Jazeera, Senin (13/7/2026), staf umum angkatan darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Militer Kuwait menegaskan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat serangan tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Sementara itu, Bahrain membunyikan sirene serangan udara setelah mengaktifkan sistem peringatan nasional. Menurut laporan Anadolu Agency, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirene peringatan pada Senin (13/7/2026) dan meminta seluruh warga serta penduduk segera mencari tempat perlindungan.

ADVERTISEMENT

"Sirene alarm telah diaktifkan. Kami mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang, menuju ke lokasi aman terdekat, dan mengikuti perkembangan melalui saluran resmi," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain. 

Pada saat yang sama, beberapa layanan pelacakan penerbangan dan laporan yang beredar di media sosial memperlihatkan Yordania dikabarkan telah menangguhkan penerbangan menyusul serangan rudal di langit negaranya. 

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, otoritas Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi laporan mengenai penghentian sementara penerbangan tersebut.

Friday, July 10, 2026

Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Rujukan Forum Global di Singapura

 Presentasi PTPP pada The 34th Annual Conference of the International Group for Lean Construction (IGLC34) yang digelar di National University of Singapore (NUS), Singapura.

Presentasi PTPP pada The 34th Annual Conference of the International Group for Lean Construction (IGLC34) yang digelar di National University of Singapore (NUS), Singapura. (PTPP)

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali menunjukkan komitmen dalam mendorong transformasi industri konstruksi melalui implementasi Lean Construction. Inovasi yang diterapkan pada proyek twin tower Universitas Diponegoro (Undip) bahkan menjadi salah satu referensi dalam The 34th Annual Conference of the International Group for Lean Construction (IGLC34) yang digelar di National University of Singapore (NUS), Singapura.

Pada forum internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku industri konstruksi dari berbagai negara tersebut, PTPP mempresentasikan studi mengenai implementasi takt planning and control pada pembangunan twin tower Undip.

Takt planning and control merupakan pendekatan dalam Lean Construction yang bertujuan menstabilkan alur kerja (workflow) sekaligus meningkatkan kinerja proyek melalui sistem produksi berbasis ritme.

Pada studi tersebut, PTPP mengulas bagaimana peningkatan kinerja proyek berlangsung secara bertahap, mulai dari proses perencanaan (takt planning) hingga pengendalian produksi (takt control). Melalui pendekatan action research, perusahaan mampu mengidentifikasi kontribusi masing-masing tahapan terhadap peningkatan produktivitas proyek.

ADVERTISEMENT

Hasil implementasi menunjukkan bahwa metode takt planning mampu memperpendek durasi rencana proyek sekaligus menciptakan alur kerja yang lebih stabil sejak awal pelaksanaan.

Sementara itu, mekanisme takt control memberikan ruang pembelajaran melalui identifikasi penyimpangan antara rencana dan realisasi pekerjaan, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan secara cepat dan tepat pada setiap zona pekerjaan.

Penelitian tersebut juga menunjukkan penurunan kinerja pada tahap awal merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam penerapan sistem produksi berbasis takt. Pengalaman yang diperoleh pada pembangunan tower pertama kemudian diterapkan pada tower kedua sehingga menghasilkan alur kerja yang lebih efektif dan peningkatan kinerja proyek secara keseluruhan.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan, keikutsertaan perseroan dalam IGLC34 menjadi bukti inovasi yang dikembangkan perusahaan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan industri konstruksi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Partisipasi PTPP pada IGLC34 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri konstruksi. Implementasi Lean Construction melalui metode takt planning and control pada proyek twin tower Universitas Diponegoro menunjukkan pengalaman dan praktik terbaik yang dikembangkan PTPP mampu meningkatkan produktivitas proyek sekaligus menjadi referensi yang relevan dalam forum internasional," ujar Joko Raharjo dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Melalui partisipasi di IGLC34, PTPP tidak hanya berbagi pengalaman penerapan Lean Construction di Indonesia, tetapi juga memperluas kolaborasi dengan akademisi dan praktisi global untuk mengembangkan praktik konstruksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.

Ke depan, PTPP menegaskan akan terus memperkuat implementasi Lean Construction sebagai bagian dari transformasi perusahaan guna menghadirkan proyek-proyek berkualitas yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.