Tuesday, July 14, 2026

IHSG Sesi I Menguat Tipis 0,08 Persen Berkat Sektor Energi

 Ilustrasi trader tengah mengamati perdagangan pasar saham.

Ilustrasi trader tengah mengamati perdagangan pasar saham. (Beritasatu.com/Ipot)

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan bursa sesi I, Selasa (14/7/2026). IHSG menguat 0,08% ke level 6.042,878. Sepanjang sesi awal, IHSG bergerak di kisaran 6.002,901 hingga 6.065,399.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp3,053 triliun dengan volume 4,735 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 521.856 kali. Sebanyak 300 saham menguat, 202 saham melemah, dan 208 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.569,452 triliun.

Pergerakan 11 indeks sektoral menunjukkan mayoritas sektor berada di zona hijau. Sektor energi memimpin penguatan sebesar 1,15%, diikuti sektor infrastruktur 1,14%, barang konsumsi siklikal 0,92%, dan teknologi 0,51%.

Kemudian, kesehatan 0,34%, bahan baku 0,32%, properti 0,33%, transportasi 0,21%, dan sektor perindustrian turun 0,21%, keuangan melemah 0,46%, serta barang konsumsi nonprimer terkoreksi 0,09%.

ADVERTISEMENT

Pada jajaran saham top gainers, PT Sinarmas Asset Management (XSSI) memimpin dengan kenaikan 33,33%, diikuti PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 25,00%, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menguat 25,00%, PT Berlina Tbk (BRNA) melonjak 24,78%, dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) bertambah 20,72%.

Sementara itu, saham yang masuk top losers dipimpin PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang turun 7,74%, disusul PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) melemah 6,04%, PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) terkoreksi 5,24%, PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) turun 5,16%, serta PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) melemah 5,06%.

Monday, July 13, 2026

Iran Klaim Serang Bahrain hingga Yordania, Sirene Dibunyikan

 Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Angkatan Darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya. (Associated Press Video/AP)

Kuwait, Beritasatu.com – Iran mengeklaim telah melancarkan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania dengan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat (AS). Serangan-serangan tersebut dikatakan sebagai aksi balasan atas kembali meningkatnya serangan militer Washington di wilayah pesisir selatan Iran.

Mengutip live report Al Jazeera, Senin (13/7/2026), staf umum angkatan darat Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu tengah berupaya mencegat sejumlah target udara yang memasuki wilayah udaranya.

Militer Kuwait menegaskan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berhasil mencegat serangan tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Sementara itu, Bahrain membunyikan sirene serangan udara setelah mengaktifkan sistem peringatan nasional. Menurut laporan Anadolu Agency, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirene peringatan pada Senin (13/7/2026) dan meminta seluruh warga serta penduduk segera mencari tempat perlindungan.

ADVERTISEMENT

"Sirene alarm telah diaktifkan. Kami mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang, menuju ke lokasi aman terdekat, dan mengikuti perkembangan melalui saluran resmi," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain. 

Pada saat yang sama, beberapa layanan pelacakan penerbangan dan laporan yang beredar di media sosial memperlihatkan Yordania dikabarkan telah menangguhkan penerbangan menyusul serangan rudal di langit negaranya. 

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, otoritas Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi laporan mengenai penghentian sementara penerbangan tersebut.