Tuesday, June 30, 2026

Gelombang Panas Eropa Bergeser ke Timur, Suhu Lebih dari 40 Derajat

 Gelombang panas Eropa.

Gelombang panas Eropa. (AP Photo/Peter Kneffel)

Jakarta, Beritasatu.com – Gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor di Eropa kini bergeser ke kawasan Eropa Tengah, Timur, dan Selatan. Setelah memicu ribuan kematian di Eropa Barat, suhu tinggi kini mengancam jutaan warga di sejumlah negara dengan prakiraan mencapai lebih dari 40 derajat celsius.

Dikutip dari The Guardian, European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) memperkirakan suhu di Budapest, Hungaria, akan melampaui 40 derajat celcius pada Selasa (30/6/2026). Sementara itu, ibu kota Serbia, Beograd, dan ibu kota Rumania, Bukares, masing-masing mencatat suhu 38 derajat celsius dan 37 derajat celsius pada Senin (29/6/2026).

Gelombang panas kali ini dipicu oleh fenomena heat dome. Fenomena ini terjadi ketika area bertekanan tinggi memerangkap udara panas di suatu wilayah, sehingga panas tidak dapat keluar. Akibatnya, suhu terus meningkat selama beberapa hari bahkan hingga berminggu-minggu.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan iklim yang membuat gelombang panas menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih ekstrem dibandingkan beberapa dekade lalu.

Perdana Menteri Hungaria, Péter Magyar, mengingatkan warganya untuk saling membantu menghadapi puncak gelombang panas yang diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.

"Dua hari terberat dari gelombang panas akan segera datang. Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu bersatu sebagai bangsa. Mari kita saling menjaga," tulis Magyar melalui akun X.

Untuk membantu masyarakat menghadapi cuaca ekstrem, pemerintah Hungaria membuka lebih dari 2.000 pusat pendingin ber-AC yang dapat digunakan warga yang rumahnya tidak memiliki pendingin udara.

Red warning akibat suhu ekstrem telah diterbitkan di Hungaria, Polandia, Rumania, Serbia, Kroasia, Slovakia, serta Bosnia dan Herzegovina.

Pemerintah di negara-negara tersebut mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam rumah pada siang hingga sore hari, saat suhu berada pada titik tertinggi.

Di Jerman, suhu kembali mencetak rekor untuk hari ketiga berturut-turut. Data sementara Dinas Cuaca Jerman (DWD) menunjukkan suhu mencapai 41,7 derajat celsius di Coschen, Brandenburg.

Panas ekstrem juga mengganggu aktivitas masyarakat. Di sejumlah kota, rel trem melengkung akibat suhu tinggi sehingga layanan transportasi terganggu. Di Berlin, polisi bahkan mengerahkan kendaraan penyemprot air untuk mendinginkan kerumunan warga di ruang publik.

Sementara itu, suhu di Eropa Barat mulai berangsur turun setelah beberapa hari memecahkan rekor.

Di Prancis, pemerintah menyebut gelombang panas berkontribusi terhadap lebih dari 1.000 kematian tambahan. Adapun di Spanyol, lembaga kesehatan nasional mencatat lebih dari 800 kematian tambahan selama periode cuaca ekstrem.

Friday, June 26, 2026

Bursa Korea Selatan Dihentikan, Saham Samsung Jeblok Lebih dari 9%

 Ilustrasi pasar saham Korea.

Ilustrasi pasar saham Korea. (FOTO : EPA/JEON HEON-KYUN)

Seoul, Beritasatu.com – Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, anjlok hingga 9% pada perdagangan Jumat (26/6/2026), memicu penghentian perdagangan selama 20 menit setelah aksi jual tajam pada saham-saham teknologi mengguncang sentimen investor.

Penurunan tersebut menghapus seluruh penguatan yang tercatat pada sesi sebelumnya dan menjadi kali kedua dalam sepekan Korea Exchange mengaktifkan mekanisme circuit breaker.

Aksi jual dipicu kombinasi aksi ambil untung (profit taking), kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta derasnya aksi jual investor asing.

Saham-saham teknologi menjadi penyumbang utama penurunan pasar. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot lebih dari 9%.

ADVERTISEMENT

Kedua perusahaan tersebut merupakan penerima manfaat terbesar dari ledakan permintaan semikonduktor yang didorong AI sehingga rentan terhadap aksi ambil untung setelah membukukan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Sentimen investor juga memburuk setelah muncul tanda-tanda bahwa ledakan AI berpotensi menghadapi kenaikan biaya dan perlambatan momentum.

Apple memutuskan menaikkan harga sejumlah produk MacBook dan iPad akibat meningkatnya biaya cip memori, yang menyoroti dampak inflasi dari melonjaknya permintaan semikonduktor.

“Ekspansi cepat pusat data AI telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa terhadap memori dan penyimpanan data. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dalam waktu yang begitu singkat. Selama ini kami berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut, tetapi kini kami harus mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk iPad dan MacBook,” ujar Apple dalam pernyataannya.

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa OpenAI akan menunda rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) hingga tahun depan. Kabar tersebut turut mengurangi antusiasme investor terhadap aset-aset yang terkait dengan AI.

Investor Asing Lepas Saham

Investor asing tercatat menjual saham Kospi senilai sekitar 2,7 triliun won atau sekitar US$ 1,7 miliar pada sesi pagi. Aksi jual tersebut mempercepat penurunan pasar dan meningkatkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan tajam pada Jumat juga terjadi setelah reli kuat pada sesi sebelumnya. Kala itu, prospek kinerja yang positif dari Micron Technology dan optimisme terhadap rencana pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat mendorong kenaikan saham-saham semikonduktor.

Penurunan ini mencerminkan investor yang memilih merealisasikan keuntungan setelah reli tersebut. Korea Exchange menghentikan perdagangan selama 20 menit setelah indeks Kospi turun cukup dalam hingga memicu circuit breaker.

Mekanisme tersebut dirancang untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan pada periode volatilitas ekstrem agar investor memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi pasar sebelum perdagangan dilanjutkan.

Pelemahan pasar Korea Selatan turut menyebar ke bursa Asia lainnya seiring investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham teknologi.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 5%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,9%, Shanghai Composite terkoreksi 2,1%, Taiex Taiwan merosot 3,3%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak relatif datar.

Monday, June 15, 2026

Harga Pangan Meroket di Tanggamus, Bawang Merah Naik 2 Kali Lipat

 Warga sedang berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Kota Agung, Tanggamus, Lampung, Minggu, 14 Juni 2026.

Warga sedang berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Kota Agung, Tanggamus, Lampung, Minggu, 14 Juni 2026. (Beritasatu.com/Triyono)

Kota Agung, Beritasatu.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling signifikan terjadi pada bawang merah yang mencapai dua kali lipat, disusul bawang putih, cabai, dan telur ayam ras.

Pedagang mengaku lonjakan harga dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut turut menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada penurunan omzet penjualan.

Pantauan Beritasatu.com, Minggu (14/6/2026), harga bawang merah Brebes di Pasar Kota Agung yang sebelumnya dijual Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.

ADVERTISEMENT

Harga bawang putih juga mengalami kenaikan sekitar Rp 7.000 per kilogram. Komoditas tersebut sebelumnya dijual Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 32.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram kini dijual Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram.

Cabai hijau keriting yang sebelumnya dibanderol Rp 30.000 per kilogram juga naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Harga telur ayam ras turut mengalami kenaikan. Komoditas tersebut sebelumnya dijual sekitar Rp 27.000 per kilogram dan kini naik menjadi Rp 31.000 per kilogram.

Pedagang menyebut kenaikan harga barang mulai terjadi dalam 3 hari terakhir. Meningkatnya biaya distribusi dan ongkos angkut turut mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Seorang pedagang sembako di Pasar Kota Agung, Itho Kurniawan (45) mengatakan kenaikan harga bawang menjadi yang paling tinggi dibandingkan komoditas lainnya.

"Pokoknya kenaikannya sampai dua kali lipat untuk komoditas bawang dan yang lainya naik dengan persentase 20%," kata Itho.

Menurut Itho, kenaikan harga membuat jumlah pembeli berkurang sehingga omzet penjualannya ikut menurun.

Meski harga naik, Itho memastikan stok kebutuhan pokok di pasaran masih relatif aman. Pasokan hanya sesekali mengalami keterlambatan dan tidak sampai menyebabkan kelangkaan.

Tuesday, June 2, 2026

Harga Emas Turun di Tengah Konflik Iran dan Prospek Suku Bunga AS

 Ilustrasi emas batangan

Ilustrasi emas batangan (AP Photo/Jae C. Hong)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama.

Mengutip CNBC, Selasa (2/6/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.517,37 per ons troi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada Jumat lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS terkoreksi 1,9% dan ditutup pada level US$ 4.506,30 per ons troi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas pada Selasa (2/6/2026) pagi berada di level US$ 4.491,15, turun 6,17 poin atau 0,14% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Penguatan dolar AS turut menekan pergerakan logam mulia karena membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama kemungkinan akan terus menekan harga emas, kecuali jika imbal hasil obligasi berhenti naik dan suku bunga mulai stabil atau cenderung menurun,” kata analis pasar American Gold Exchange  Jim Wyckoff.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan konflik Iran dan Amerika Serikat. Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan Washington terhadap target militer Iran pada akhir pekan lalu. Pada saat yang sama, media Iran melaporkan bahwa tim negosiasi Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator.

Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi global. Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga guna mengendalikan tekanan harga.

Berdasarkan alat FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan terdapat peluang sekitar 56% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga AS hingga akhir tahun.

Meski selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, daya tarik emas biasanya berkurang saat suku bunga tinggi karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menantikan sejumlah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, termasuk berbagai pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

“Setelah situasi geopolitik stabil dan guncangan energi mulai mereda, kami memperkirakan investor akan kembali fokus pada tema-tema struktural yang telah mendukung pasar bullish emas dalam beberapa tahun terakhir,” ujar analis Saxo Bank Ole Hansen.

Bank sentral diperkirakan masih akan menjadi pembeli bersih emas dalam 12 bulan ke depan, sehingga berpotensi menopang harga logam mulia tersebut dalam jangka panjang.