Friday, June 26, 2026

Bursa Korea Selatan Dihentikan, Saham Samsung Jeblok Lebih dari 9%

 Ilustrasi pasar saham Korea.

Ilustrasi pasar saham Korea. (FOTO : EPA/JEON HEON-KYUN)

Seoul, Beritasatu.com – Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, anjlok hingga 9% pada perdagangan Jumat (26/6/2026), memicu penghentian perdagangan selama 20 menit setelah aksi jual tajam pada saham-saham teknologi mengguncang sentimen investor.

Penurunan tersebut menghapus seluruh penguatan yang tercatat pada sesi sebelumnya dan menjadi kali kedua dalam sepekan Korea Exchange mengaktifkan mekanisme circuit breaker.

Aksi jual dipicu kombinasi aksi ambil untung (profit taking), kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta derasnya aksi jual investor asing.

Saham-saham teknologi menjadi penyumbang utama penurunan pasar. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot lebih dari 9%.

ADVERTISEMENT

Kedua perusahaan tersebut merupakan penerima manfaat terbesar dari ledakan permintaan semikonduktor yang didorong AI sehingga rentan terhadap aksi ambil untung setelah membukukan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Sentimen investor juga memburuk setelah muncul tanda-tanda bahwa ledakan AI berpotensi menghadapi kenaikan biaya dan perlambatan momentum.

Apple memutuskan menaikkan harga sejumlah produk MacBook dan iPad akibat meningkatnya biaya cip memori, yang menyoroti dampak inflasi dari melonjaknya permintaan semikonduktor.

“Ekspansi cepat pusat data AI telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa terhadap memori dan penyimpanan data. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dalam waktu yang begitu singkat. Selama ini kami berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut, tetapi kini kami harus mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk iPad dan MacBook,” ujar Apple dalam pernyataannya.

Selain itu, muncul kekhawatiran bahwa OpenAI akan menunda rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) hingga tahun depan. Kabar tersebut turut mengurangi antusiasme investor terhadap aset-aset yang terkait dengan AI.

Investor Asing Lepas Saham

Investor asing tercatat menjual saham Kospi senilai sekitar 2,7 triliun won atau sekitar US$ 1,7 miliar pada sesi pagi. Aksi jual tersebut mempercepat penurunan pasar dan meningkatkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Pelemahan tajam pada Jumat juga terjadi setelah reli kuat pada sesi sebelumnya. Kala itu, prospek kinerja yang positif dari Micron Technology dan optimisme terhadap rencana pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat mendorong kenaikan saham-saham semikonduktor.

Penurunan ini mencerminkan investor yang memilih merealisasikan keuntungan setelah reli tersebut. Korea Exchange menghentikan perdagangan selama 20 menit setelah indeks Kospi turun cukup dalam hingga memicu circuit breaker.

Mekanisme tersebut dirancang untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan pada periode volatilitas ekstrem agar investor memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi pasar sebelum perdagangan dilanjutkan.

Pelemahan pasar Korea Selatan turut menyebar ke bursa Asia lainnya seiring investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham teknologi.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 5%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,9%, Shanghai Composite terkoreksi 2,1%, Taiex Taiwan merosot 3,3%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak relatif datar.

No comments:

Post a Comment