Monday, March 17, 2025

Daftar 15 Bank & Dompet Digital yang Bisa Transaksi QRIS Tap

 

QRIS Tap BRIMO
Foto: Dok: BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) berbasis Near Field Communication (NFC) yang disebut QRIS Tab resmi dapat digunakan sebagai sistem pembayaran mulai 14 Maret 2025. Fitur baru ini bisa dipakai di transportasi layanan umum, Rumah Sakit (RS), Universitas, hingga parkir mal.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengklaim penggunaan untuk QRIS Tap lebih cepat dalam melakukan transaksi.

"Sangat mudah cepat dan handal. Tapi jangan lupa isi saldonya kalau nggak diisi ditempel-tempel juga nggak akan bisa," ujar Filianingsih, dikutip Senin (17/3/2025).Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Dicky Kartikoyono sebelumnya menjelaskan penggunaan QRIS Tap akan jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan QRIS dengan cara melakukan scan barcode. Bahkan kecepatan penggunaan QRIS Tap bisa mencapai 0,3 detik.

"So far uji coba kita bisa sampai 0,3 detik. Dibandingkan dengan UE chip based yang hanya gampangnya membaca di reader dengan chip based itu 4-5 detik, hampir berapa persen lebih cepat. Sangat cepat kalau digunakan di transportasi, mengurangi antrian," ujarnya.

QRIS Tap atau QRIS Tanpa Pindai adalah layanan pembayaran yang menggabungkan teknologi QRIS Consumer Presented Mode (CPM) dengan NFC. Teknologi ini, menggunakan jaringan nirkabel jarak dekat yang menggunakan gelombang radio.

Friday, March 14, 2025

Siap-Siap, Ada Dua Bank Syariah Mau IPO di BEI

 

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal RI bakal kedatangan dua emiten bank syariah baru. Kedua bank syariah tersebut tengah mengkaji rencana untuk initial public offering (IPO).

PT Bank Mega Syariah (BMS) sudah merencanakan untuk IPO pada tahun 2026. Direktur Bisnis BMS Rasmoro Pramono Aji mengungkapkan saat ini pihaknya tengah memperkuat ekuitas perusahaan dari kinerja laba bank syariah milik CT Corp itu.

"Jadi yang kita bangun adalah, bagaimana membuat history, investment story-nya mesti pas. Jadi kita lagi fokus kepada, bagaimana memperkuat kita punya equity. Kalau equity kan dibangun dari profit yang kita dapatkan setiap bulan," terang pria yang akrab disapa Oney itu di Menara Mega Syariah, Kamis (13/3/2025).

Lantas, dengan pertumbuhan kinerja BMS yang positif diharapkan dapat terus berlanjut hingga tahun 2026.


"Insha Allah dari laba yang kita tahan, akan memperkuat kita punya komposisi equity kita. Equity-nya sudah cukup kuat, ya pastikan harus, lewat IPO untuk [memperkuat] modal," pungkas Oney.

Dalam rencana IPO tersebut, BMS belum memiliki niat untuk konsolidasi dengan bank-bank syariah lainnya. Menurut Oney, permodalan BMS masih cukup kuat karena disokong oleh ekosistem CT Corp.

Kemudian, PT Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah). Komisaris Utama BJB Taswin Zakaria tidak dapat memastikan apakah BJB Syariah dapat IPO tahun ini, tetapi mengatakan rencana ini terus menjadi bahan kajian rutin.

"Ya ini tentunya strategi bisnis ke depan, itu menjadi review rutin lah bagi kita ya. Kalaupun hasil review itu tadi menunjukkan IPO sesuatu yang baik untuk kita tempuh ya, mungkin itu bisa saja menjadi salah satu alternatif ya," ujar Taswin saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (13/3/2025).

Menurutnya, yang terpenting bagi BPD pentolan itu saat ini adalah memperkuat fundamental baik BJB maupun BJB Syariah. Terlebih, BJB saat ini tengah diterpa kasus korupsi dana iklan yang ditaksir merugikan negara hingga Rp222 miliar.

"Yang paling penting itu dulu ya, jadi memperkuat fundamental manajemen risiko dan juga memperkuat fundamental budaya internalnya juga. Saya rasa cukup krusial ke depannya ya, apalagi dengan kasus dengan insiden ini saya pikir penekanan ke depan terkait integritas itu sangat penting. Saya pikir ini yang menjadi prioritas kami ke depan," terang Taswin.

Sebelumnya, BJB Syariah direncanakan akan melaksanakan IPO pada semester II tahun 2022. Nantinya, anak usaha Bank BJB tersebut dipersiapkan untuk menjadi bank digital syariah guna memasuki persaingan.


Wednesday, March 12, 2025

BCA (BBCA) Bagi Dividen Rp300 per Saham dan Ganti Dirut-Komut

 

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp37 triliun atau Rp300 per saham dari laba tahun buku 2024. Maka, jumlah rasio pembagian dividen atau dividen payout ratio sebesar 67,4%, menurun dari setahun sebelumnya 68,4%.

Sebelumnya, BCA telah membagikan dividen interim tunai sebesar Rp50. Maka, dividen final Dari besaran dividen tersebut, imbal hasil sebesar 2,8%, berdasarkan harga penutupan saham BBCA pada Selasa (11/3/2025) di level Rp8.925 per saham.

Pembagian dividen itu akan berasal dari laba bersih sebesar Rp54,8 triliun pada tahun 2024. Perolehan laba itu tumbuh 12,7% secara tahunan (yoy) pada tahun 2024, dari setahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun.

Pada 2024, BBCA mencatatkan ROE (Return on Equity) sebesar 24,6% dan ROA (Return on Assets) sebesar 1,89%.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) juga menyetujui perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan yang diusulkan. Pemegang saham memberhentikan dengan hormat Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur dan mengangkatnya menjadi presiden komisaris. 

RUPS pun mengangkat Hendra Lembong sebagai presiden direktur. Lalu John Kosasih diberikan amanat baru sebagai wakil presiden direktur. Kemudian Hendra Tanumihardja dipilih sebagai direktur perseroan

Seluruh keputusan mengenai perubahan pengurus tersebut akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tuesday, March 11, 2025

IHSG Tertekan Lagi, Asing Pilih Borong Saham Ini

 

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Indeks turun 0,57% ke level 6.598,21 pada penutupan perdagangan Senin (10/3/2025).

Nilai transaksi mencapai Rp 9,46 triliun yang melibatkan 19,01 miliar saham dalam 1,12 juta kali transaksi. Sebanyak 368 saham turun, 226 saham naik, dan 210 tidak berubah.

Sementara itu, investor asing terpantau masih melanjutkan penjualan bersih, sebesar Rp843,43 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp922,68 miliar di pasar reguler. Di samping itu, pembelian bersih asing hanya tercatat sebesar Rp79,26 miliar.

Di saat IHSG melemah, saham-saham apa saja yang masih menjadi pilihan beli asing? Mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan perdagangan Senin!

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp51,67 miliar

2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) - Rp30,80 miliar

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp30,75 miliar

4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp15,39 miliar

5. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp10,24 miliar

6. PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) - Rp10,07 miliar

7. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp9,47 miliar

8. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp9,39 miliar

9. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp8,45 miliar

10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp7,73 miliar

Friday, March 7, 2025

5 Orang Terkaya di RI, Ada yang Hartanya Naik Rp 32,7 Triliun Sehari

 

Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia
Foto: Infografis/Terbaru! Ini Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki bulan Maret, daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan. Hari ini raja petrokimia, Prajogo Pangestu masuk dalam daftar orang yang mengalami lonjakan kekayaan terbanyak di dunia.

Mengutip dari Forbes, Jumat, (7/3/2025), pemilik Grup Barito Pacific itu tercatat memiliki total kekayaan bersih hingga mencapai US$32,9 miliar atau sekitar Rp537,74 triliun. Prajogo mencatat kenaikan harta kekayaan sebanyak US$2 miliar atau sekitar Rp 32,7 triliun dalam sehari.

Selanjutnya, pemilik PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), yakni Low Tuck Kwong dengan total harta kekayaan US$27,3 miliar. Kekayaan Low sangat volatil berkat sejumlah hal. Sumbernya tidak terdiversifikasi dan nyaris secara eksklusif berasal dari BYAN. Artinya, pergerakan saham BYAN akan sangat mendikte jumlah harta Low Tuck Kwong.

Di posisi ketiga dan keempat yang menduduki daftar orang terkaya di RI adalah Hartono bersaudara, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono yang kekayaannya terdaftar secara terpisah. Kakak beradik pemilik Grup Djarum ini mendapatkan sebagian besar kekayaan dari hasil investasi mereka di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Budi tercatat memiliki harta kekayaan sebesar US$22,5 miliar. Sementara itu Michael memiliki kekayaan senilai US$21,6 miliar. Keluarga ini awalnya menjadi kaya raya berkat tembakau yang hingga saat ini perusahaannya masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Di urutan kelima, ada konglomerat Indonesia asal India, Sri Prakash Lohia yang mencatatkan harta sebesar US$8,5 miliar. Ia mendapat sebagian besar kekayaan ini dari bisnis manufaktur.

Pada 1976, orang terkaya kelima di Indonesia ini mendirikan PT Indorama Synthetics Tbk. (INDR) bersama sang Ayah yang menyediakan benang pintal. Pada saat itu ia masih remaja yang berusia 21 tahun.

Tuesday, March 4, 2025

Asing Bawa Kabur Rp 21,9 T dari Pasar Modal, BEI Siapkan Langkah Ini

 

Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan koordinasi dengan investor asing buntut dari hengkangnya Rp 21,9 triliun dana investor asing dari pasar modal RI yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam dalam dua bulan terakhir.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya saat ini telah menerapkan dua kebijakan baru yaitu penundaan shortselling dan mempertimbangkan aksi buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan menunggu arahan dan aturan dari OJK. Keduanya diharap bisa mendongkrak transaksi domestik, sehingga bisa menambah demand pasar"Upaya terus tentu, kalau upaya tentu terus dengan investor global, investor asing, kita berkomunikasi terus. Dengan investor domestik juga, institusi kita, untuk investor retail teman-teman mengikuti sendiri bagaimana kita terus mengembangkan investor retail supaya basis investor domestik kita menjadi jauh lebih solid," jelas Jeffrey di Gedung BEI, Senin, (3/3/2025).

Secara historis dalam periode waktu bulanan, sudah lima bulan terakhir ini atau sejak Oktober asing terus keluar dari pasar saham RI. Pada November terhitung menjadi yang paling deras dengan net foreign sell mencapai Rp16,81 triliun

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan hal tersebut tidak terlepas dari faktor global.

Dia memaparkan bahwa pada 3 Februari, asing terpantau mulai melakukan net sell. Pada saat yang bersamaan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump meneken perintah eksekutif penetapan tarif impor baru kepada Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Pada hari itu juga, indeks sempat ambruk hingga 2,54% yang terendah.

Kemudian pada tanggal 6 Februari, Tiongkok "membalas" AS dan bank sentral AS Federal Reserve, memberi sinyal kebijakan suku bunga tinggi untuk beberapa waktu alias higher for longer. Pada hari itu juga net sell asing tembus lebih dari Rp2 triliun.

Kemudian penjualan saham oleh investor asing terus berlanjut seiring dengan adanya serangkaian faktor dari global, antara lain, pengumuman kocok ulang alias rebalancing.

MSCI Indonesia Investable Market Index pada 7 Februari, di mana ada sejumlah emiten unggulan tidak termasuk. Dampak itu menekan pergerakan IHSG hingga 3,29%, dan lanjut lagi hingga 2,38% pada 10 Februari.

Kondisi diperparah kemudian pada tanggal 11 Februari Trump menaikkan tarif atas produk aluminum dan baja. Investor asing sempat melakukan pembelian bersih sekitar Rp1 triliun pada tanggal 14 Februari, dan berlanjut keluar dalam jumlah ratusan miliar rupiah setelahnya.

Namun, pada tanggal 24 Februari, investor asing mencatatkan penjualan bersih hingga mendekati Rp 4 triliun. Keesokan harinya, Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari equal-weight (EW) menjadi underweight (UW). Tanggal 25, IHSG turun hingga 2,52% pada titik terendahnya dan pada tanggal itu juga pemberlakuan efektif kebijakan tarif Trump.

Pada tanggal 27 Februari, dampak dari penurunan peringkat oleh Morgan Stanley berlanjut dan Trump memberi ancaman tarif sebesar 25% kepada Uni Eropa. Pada hari itu investor asing net sell hingga lebih dari Rp1 triliun.

Selanjutnya, pada 28 Februari, asing melego Rp2,91 triliun. Bersamaan dengan itu, pemerintah AS mengumumkan periode efektif tarif dagang baru untuk Meksiko dan Kanada, serta kenaikan tarif bagi barang impor Tiongkok.