Tuesday, April 22, 2025

Lippo Cikarang (LPCK) Buka Suara Soal Kisruh Meikarta

 

Meikarta (dok: PT MSU)
Foto: Meikarta (dok: PT MSU)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kisruh megaproyek Meikarta kembali mencuat, konsumen disebut masih merugi hingga Rp6,8 miliar. Pengembang Meikarta, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) pun buka suara mengenai penyelesaian serah terima unit atau pengembalian uang atas megaproyek kota tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, Corporate Secretary LPCK, Peter Adrian menyampaikan bahwa anak usahanya, PT Mahkota Sentosa Utama, (MSU) selaku pengembang telah memulai proses serah terima unit Apartemen Meikarta yang telah selesai dibangun. Hingga Maret 2025, lebih dari 60% unit telah selesai dibangun, dengan progres pembangunan keseluruhan telah mencapai lebih dari 75%.

"MSU berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembangunan dan serah terima unit, sesuai dengan ketentuan dalam putusan homologasi yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Peter, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (22/4/2025).

Ia mengatakan MSU juga sedang berada dalam tahap penyelesaian pembangunan unit lainnya, dan tetap berpegang pada komitmen untuk melaksanakan serah terima kepada konsumen sesuai dengan putusan homologasi.

Peter merincikan, jumlah unit yang masih akan terus diserahterimakan secara bertahap sesuai putusan homologasi diperkirakan sekitar 7.000 unit apartemen yang mana akan dilakukan secara bertahap sampai dengan Juli 2027 sesuai dengan putusan homologasi.

"Informasi terkait estimasi nilai kewajiban yang masih tertunggak akan terus diperbarui dan dilaksanakan sesuai mekanisme dan tahapan yang ditetapkan dalam putusan homologasi," katanya.

Sebelumnya, CNN Indonesia melaporkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memediasi Lippo dengan para pembeli apartemen Meikarta. PKP meminta Lippo bertanggung jawab mengembalikan uang konsumen, baik dalam bentuk tunai maupun unit apartemen.

Kementerian PKP sudah melakukan validasi data konsumen Meikarta pada Kamis (10/4/2025) lalu. Ada sekitar 35 orang konsumen dengan kerugian sekitar Rp6,8 miliar yang harus dikembalikan.

Monday, April 21, 2025

Investasi Emas Semakin Praktis dan Terjangkau di BRImo

 

Emas batangan. (AP Photo)
Foto: Emas batangan. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi ekonomi dunia yang tidak pasti dan inflasi membuat orang makin berhati-hati dan mengambil langkah bijak dalam berinvestasi. Salah satu pilihan terbaik untuk melindungi kekayaan adalah dengan menabung emas. Emas terbukti mampu bertahan dari gejolak ekonomi dan memberikan stabilitas nilai yang lebih baik dibandingkan uang tunai.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, seperti akses digital dan fleksibilitas dalam pembelian, tabungan emas bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk membangun portofolio investasi Anda.

Alasan Tabungan Emas Menjadi Pilihan Cerdas?

Menabung emas bisa menjadi pilihan investasi yang sangat bijak. Emas terbukti mampu bertahan dari inflasi dan gejolak ekonomi yang sering terjadi. Ketika inflasi meningkat, harga emas cenderung ikut naik, yang membuat nilainya lebih stabil dibandingkan uang tunai.

Ini adalah tiga alasan utama mengapa banyak orang memilih emas sebagai bentuk proteksi terhadap fluktuasi nilai mata uang dan inflasi. Selain stabilitas nilai yang ditawarkan, ada sejumlah manfaat lain yang bisa didapatkan dengan menabung emas:

1. Emas Likuid dan Mudah Dicairkan

Emas adalah aset yang sangat likuid dan dapat dicairkan dengan mudah dalam situasi darurat. Anda dapat menjual emas di berbagai tempat seperti toko emas atau melalui platform digital, memberikan Anda kenyamanan dalam mengakses dana saat dibutuhkan.

2. Diversifikasi Portofolio Investasi

Tabungan emas dapat menjadi pelengkap investasi lainnya, seperti reksa dana atau saham. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi risiko kerugian besar apabila salah satu instrumen investasi mengalami penurunan nilai. Emas memberi Anda stabilitas dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

3. Akses Terjangkau dan Mudah

Berkat perkembangan teknologi finansial, Anda bisa mulai menabung emas dengan jumlah yang terjangkau. Melalui aplikasi BRImo dari BRI, Anda bisa membeli emas mulai dari 0,01 gram. Fasilitas autodebet dan transaksi real-time online menjadikan investasi emas semakin mudah dan fleksibel. Harga jual dan beli emas yang kompetitif, sesuai dengan data Pegadaian, semakin mempermudah langkah Anda dalam berinvestasi.

Proses Tabungan Emas di BRImo: Mudah dan Praktis

Dengan BRImo, Anda bisa membuka tabungan emas secara online tanpa perlu khawatir tentang tempat penyimpanan emas fisiknya. Tabungan emas yang Anda beli dijamin keasliannya dan semua transaksi dilindungi oleh OJK, menjadikan investasi Anda aman dan terjamin.

Cara Membuka Tabungan Emas Melalui BRImo:

  • Login ke aplikasi BRImo.
  • Pilih menu "Investasi".
  • Klik "Emas".
  • Di halaman depan, klik "Mulai".
  • Pilih "Buka Tabungan".
  • Isi data diri, alamat, dan pekerjaan.
  • Verifikasi data dengan klik "Data Sudah Sesuai".
  • Pilih nominal tabungan dan klik "Konfirmasi".
  • Baca dan setujui syarat & ketentuan.
  • Masukkan PIN BRImo Anda. Tabungan emas Anda kini sudah siap dimulai!

Cara Membeli Emas di BRImo:

  • Login ke BRImo.
  • Pilih menu "Investasi".
  • Klik "Emas".
  • Klik "Beli Emas".
  • Masukkan nominal pembelian dalam Rupiah atau Gram.
  • Periksa grafik harga beli.
  • Klik "Konfirmasi".
  • Masukkan PIN BRImo Anda. Receipt pembelian emas berhasil.

Cara Menjual Emas di BRImo:

  • Login ke BRImo.
  • Pilih menu "Investasi".
  • Klik "Emas".
  • Klik "Jual Emas".
  • Masukkan nominal dalam Rupiah atau Gram.
  • Periksa grafik harga jual.
  • Konfirmasi transaksi.
  • Masukkan PIN BRImo Anda. Receipt pembelian emas berhasil.

Tabungan Emas: Solusi Investasi Praktis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Tabungan emas bukan hanya sekadar investasi, tetapi juga langkah cerdas untuk mempersiapkan masa depan yang lebih stabil. Dengan kelebihannya yang mudah diakses, likuid, dan terjangkau, tabungan emas adalah pilihan tepat di tengah volatilitas dan inflasi yang sering mengganggu kestabilan ekonomi.

Investasi emas memberikan kestabilan dan kemudahan akses yang sangat dibutuhkan dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Mulai tabungan emas Anda hari ini melalui BRImo dan rasakan keamanannya untuk melindungi nilai aset Anda. Untuk mendapatkan rekomendasi investasi yang lebih optimal, manfaatkan layanan Advisory Service BRI Prioritas. Kunjungi halaman ini untuk informasi lebih lanjut.

Thursday, April 17, 2025

Ditunjuk jadi Komisaris Bank BJB, Ini Profil Mardigu dan Helmy Yahya

 

Foto koklase Mardigu dan Helmy Yahya. (CNBC Indonesia)
Foto: Foto koklase Mardigu dan Helmy Yahya. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) memutuskan untuk mengangkat sejumlah pengurus baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada Rabu, 16 April 2025.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memperkenalkan para pengurus baru Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut dalam unggahan di Instagram pribadinya. Dedi mengatakan para pengurus baru tersebut harus melewati proses fit and proper test yang digelar Otoritas Jada Keuangan (OJK) terlebih dahulu.

"Tapi kita berdoa mudah-mudahan lulus seleksi. Karena mereka adalah orang-orang yang saya percaya dan sudah siap mengorbankan seluruh ego kesenangan pribadinya, demi kebesaran Bank Jabar [dan Banten]," ujarnya dalam unggahan Instagram @dedimulyadi71, dikutip Kamis (16/4/2025).

Nampak dalam video tersebut, sosok Wowiek Prasantyo alias Mardigu, yang ditunjuk menjadi komisaris utama independen. Ia menggantikan bankir senior Taswin Zakaria.

Mardigu yang dijuluki dengan nama "Bossman Sontoloyo" ini sejatinya sudah beberapa kali mencuri perhatian netizen lantaran narasinya soal geopilitik dunia dan teori konspirasi.

Tak cuma itu, Mardigu merupakan seorang pengusaha kakap yang telah berlalu lalang di dunia bisnis Indonesia. Bagaimana tidak, seorang yang disebut Bossman ini merupakan pengusaha dengan kepemilikan 32 perusahaan di berbagai sektor termasuk perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas melalui PT Titis Sampurna.

Selain itu, presenter kondang Helmy Yahya juga diangkat menjadi Komisaris Independen BJB. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi, yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1984-1990, Master Of Professional Accounting, University of Miami pada tahun 1992, dan Pendidikan Future Leaders, Massachusetts Institute of Technology pada tahun 2013.

Jabatan lain yang pernah atau sedang dipegang antara Komisaris Jobseekers Company sejak tahun 2024, Komisaris One Goal Partners (Venture Builder) sejak tahun 2024.

Kemudian, Advisor WIR Group sejak tahun 2022 hingga 2023, Komisaris PT Neomed Ikhlas Hub sejak 2021, CEO Badarocks Indonesia sejak 2021 hingga 2022, Direktur Utama TVRI sejak 2017 hingga 2019. Ia juga merupakan Founder R66 Media pada tahun 2020.

Susunan pengurus baru BJB adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Independen : Wowiek Prasantyo*
Komisaris : Herman Suryatman *
Komisaris : Rudie Kusmayadi
Komisaris : Tomsi Tohir
Komisaris Independen : Helmy Yahya*
Komisaris Independen : Novian Herodwijanto*

Direksi

Direktur Utama : Yusuf Saadudin*
Direktur Kepatuhan : Joko Hartono Kalisman*
Direktur Korporasi dan UMKM : Mulyana*
Direktur Konsumer dan Ritel : Nunung Suhartini*
Direktur Operasional dan Teknologi Informasi : Ayi Subarna*
Direktur Keuangan : Hana Dartiwan

Tuesday, April 15, 2025

6 Asuransi & 11 Dapen Masuk Daftar Pengawasan Khusus OJK

 

Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat enam perusahaan asuransi dan 11 perusahaan dana pensiun (dapen) yang masuk dalam daftar pengawasan khusus OJK karena masalah keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) Ogi Prastomiyono mengatakn, pihaknua terus mendorong penyelesaian permasalahan pada lembaga jasa keuangan (LJK) yang bermasalah tersebut."Sampai dengan 24 Maret 2025 dilakukan terhadap 6 perusahaan asuransi dan reasuransi dengan tujuan agar perusahaan dapat memperbaiki kondisi keuangannya untuk kepentingan pemegang polis. Selain itu juga terdapat 11 Dana Pensiun yang masuk dalam pengawasan khusus," kata Ogi.

Angka ini diketahui berkurang dari tahun lalu. Pada April lalu, OJK mencatat terdapat tujuh perusahaan asuransi yang masuk dalam pengawasan khusus.

"Secara umum penyebab perusahaan perasuransian tersebut masuk dalam pengawasan khusus karena memiliki rasio solvabilitas kurang dari 80%, rasio likuiditas kurang dari 80% dan rasio kecukupan investasi kurang dari 80%," ungkap Ogi dalam jawaban tertulis dikutip Kamis, (4/4/2024).

Selain permasalahan tersebut, kurangnya permodalan perusahaan untuk menutup defisit perusahaan agar tingkat kesehatan mencapai minimum yang dipersyaratkan juga menjadi penyebab. Di sisi lain Pemegang saham juga tidak memiliki kemampuan untuk melakukan setoran modal pada perusahaan dan/atau atau mencari investor strategis untuk melakukan setoran modal pada perusahaan.