Friday, January 30, 2026

Menko Airlangga: Presiden Prabowo Pantau Terus Dampak Kebijakan MSCI

 Presiden Prabowo Subianto saat pidato di WEF Davos 2026, Kamis 22 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di WEF Davos 2026, Kamis 22 Januari 2026. (BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar saham Indonesia sempat anjlok lebih dari 10% akibat sentimen dari MSCI. Pemerintah pun merespons penurunan tersebut dan menyatakan akan melakukan perbaikan melalui peningkatan transparansi di pasar modal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perkembangan pasar keuangan nasional terus dipantau Presiden Prabowo Subianto, termasuk dampak kebijakan MSCI serta penilaian lembaga pemeringkat internasional.

"Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga," kata dia seperti dilansir dari Antara, Jumat (30/1/2026).

Ia turut menyoroti pergerakan pasar saham yang mulai menunjukkan pemulihan, tercermin dari rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali bergerak di zona hijau setelah sebelumnya terkoreksi tajam pascapengumuman kebijakan MSCI.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan kredibilitas nasional, termasuk kredibilitas pasar modal, melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan.

Indonesia juga berkomitmen mengadopsi standar internasional guna mempertahankan status sebagai pasar emerging market serta memperkuat pasar modal agar lebih adil, kompetitif, dan transparan.

“Ini merupakan sinyal kepada global market bahwa fundamental ekonomi kita tetap kuat dan pemerintah tidak khawatir terhadap kondisi makroekonomi maupun fiskal,” tegas Airlangga.

Menurutnya, kebijakan penyesuaian batas free float saham dari 7,5% menjadi 15% dapat membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar. Langkah ini diambil sebagai respons atas sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi porsi saham beredar bebas di Indonesia.

Pemerintah memandang ketentuan baru tersebut lebih sejalan dengan praktik di berbagai negara. Sebelumnya, porsi free float di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong lebih rendah dibandingkan Malaysia, Hong Kong, dan Jepang yang masing-masing mencapai 25%, sementara Thailand juga akan menuju level 15%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan angka tersebut dipilih untuk mendorong keterbukaan sekaligus memperkuat tata kelola pasar. “Kami mengambil angka yang relatif lebih terbuka dengan tata kelola yang lebih baik,” ujar Airlangga.

Friday, January 23, 2026

Perusahaan Energi RI Nyatakan Siap Capai Net Zero Emission di WEF

 Ilustrasi emisi karbon.

Ilustrasi emisi karbon. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan-perusahaan energi Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian karbon bersih/Net Zero Emission (NZE) melalui strategi transisi energi. Hal ini diungkapkan di Paviliun Indonesia, World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan peran strategis perusahaan negara itu sebagai motor penggerak transformasi energi nasional melalui pengembangan energi rendah karbon, penguatan portofolio energi bersih, serta pemanfaatan teknologi bioenergi, panas bumi, dan penangkapan karbon.

Lebih lanjut, Simon menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan dual growth strategy yang memaksimalkan bisnis yang sudah ada (existing) dengan terus meningkatkan produksi di sektor hulu yang masih memiliki potensi besar.

ADVERTISEMENT

"Sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon, salah satunya melalui pembangunan ekosistem biofuel, di mana Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program biodiesel B40,” kata Simon seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Presiden Direktur RGE Indonesia Bernard Riedo mengungkapkan pihaknya terus mengembangkan proyek energi rendah karbon, termasuk melalui investasi global yang berorientasi pada sumber energi bersih. Pihaknya, kata dia, memiliki rencana mengembangkan gas alam cair (LNG) di Kanada yang didukung oleh pasokan listrik dari pembangkit hidro.

"Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, setelah konstruksi selesai, proyek tersebut dapat diklaim sebagai rencana energi net zero karena sumber energinya berasal dari listrik hidro,” ujar Bernard.

Sedangkan Presiden Direktur Indika Energy Azis Armand menekankan pentingnya kepastian kebijakan serta pendekatan transisi energi yang rasional agar investasi berkelanjutan dapat tumbuh dan teknologi rendah karbon diadopsi secara luas.

“Dalam proses transisi tingkat korporasi, prioritas utama kami menjaga keamanan energi dan ketahanan bisnis. Setiap langkah transisi harus masuk akal secara ekonomi dan finansial, serta memperkuat keamanan energi dan resiliensi usaha," tuturnya.

"Dalam konteks Indika Energy, transisi energi harus memperkuat platform bisnis agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan tetap layak secara finansial,” kata Azis.

Pemerintah Indonesia menargetkan bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada 2025 sebagai bagian dari komitmen penurunan emisi nasional menuju NZE 2060.

Wednesday, January 21, 2026

Pramono Pastikan Anggaran Penanganan Cuaca Ekstrem Tak Dipotong

 Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi (pemprov) Jakarta tidak akan mengurangi anggaran penanganan cuaca ekstrem di Jakarta. Ia menekankan kesiapan anggaran menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem yang kini melanda Jakarta dan wilayah Pantai Utara Jawa.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi (pemprov) Jakarta tidak akan mengurangi anggaran penanganan cuaca ekstrem di Jakarta. Ia menekankan kesiapan anggaran menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem yang kini melanda Jakarta dan wilayah Pantai Utara Jawa. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak akan mengurangi anggaran penanganan cuaca ekstrem di Jakarta. Ia menekankan kesiapan anggaran menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem yang kini melanda Jakarta dan wilayah Pantai Utara Jawa.

“Hal yang berkaitan dengan penanganan cuaca buruk, normalisasi sungai, seperti Ciliwung dan Krukut, termasuk pengadaan pompa-pompa baru, saya tegaskan tidak ada pengurangan anggaran,” katanya di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Pramono menjelaskan, Pemprov Jakarta bahkan menyiapkan anggaran penanganan cuaca ekstrem hingga satu bulan penuh. Menurutnya, langkah ini berbeda dari biasanya yang hanya mengalokasikan anggaran untuk satu hingga tiga hari.

ADVERTISEMENT

“Baru kali ini operasi modifikasi cuaca disiapkan anggarannya sampai satu bulan penuh. Ini karena kondisi cuaca memang sedang ekstrem,” ujarnya.

Pramono menambahkan, genangan banjir di sejumlah wilayah Jakarta kini relatif lebih cepat surut berkat dukungan infrastruktur pompa air yang memadai. “Kalau curah hujan di atas 250 milimeter, genangan pasti terjadi. Namun, Jakarta bisa cepat surut karena fasilitas pompa kita cukup untuk menangani kondisi tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Pramono membuka kemungkinan penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) saat cuaca ekstrem mengancam aktivitas masyarakat, terutama bagi sektor pendidikan. “Jika ada indikasi cuaca ekstrem pada hari kerja, saya bisa memutuskan penerapan WFH, khususnya untuk anak-anak didik kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pihaknya akan mengerahkan personel di lapangan saat terjadi banjir guna mencegah kendaraan terjebak di genangan air.

“Petugas akan memantau ketinggian air dan melakukan pengalihan arus. Untuk kendaraan roda dua yang terjebak, kami siapkan mobil derek dan truk Dishub,” ujar Syafrin.

Monday, January 12, 2026

 Ilustrasi Bank Indonesia.

Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh pada Desember 2025. Hal tersebut tercermin dari hasil survei penjualan eceran (SPE) yang menunjukkan indeks penjualan riil (IPR) Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4% secara tahunan (year on year/yoy), meski melambat dibandingkan November 2025 yang tumbuh 6,3% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kinerja positif penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan sejumlah kelompok, seperti suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,0% (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 1,5% (mtm).

ADVERTISEMENT

“Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Bank Indonesia mencatat, pada November 2025 IPR secara tahunan tumbuh 6,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,3% (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 tumbuh 1,5% (mtm). Kinerja ini didorong oleh peningkatan penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dari sisi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan, yakni Februari 2026, akan meningkat. Hal ini tecermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 163,2, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Adapun untuk enam bulan mendatang, yaitu Mei 2026, tekanan inflasi diperkirakan menurun. IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 161,7.