Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menegaskan penyidik pada Jampidsus Kejagung mengagendakan pemeriksaan delapan saksi terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang, Senin (25/8/2025). Salah satunya adalah Kepala SKK Migas berinisial DS, yang sebelumnya menjabat dirjen migas Kementerian ESDM. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)
Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengagendakan pemeriksaan delapan saksi terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang, Senin (25/8/2025). Salah satunya adalah Kepala SKK Migas berinisial DS, yang sebelumnya menjabat dirjen migas Kementerian ESDM.
“DS selaku kepala SKK Migas (mantan dirjen migas Kementerian ESDM),” ujar Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Selain DS, Kejagung juga memeriksa tujuh saksi lain, yaitu HSR (PNS/analis harga dan subsidi Ditjen Migas Kementerian ESDM 2005-2014), LH (junior officer gas operation I PT Pertamina International Shipping), dan SAP (asisten manajer crude trading ISC PT Pertamina 2017-2018).
ADVERTISEMENT
Selain itu, TN (corporate secondary PT Pertamina 2020, YS (SVP IT PT Pertamina), TK (SVP shared services PT Pertamina), dan ES (dirjen migas Kementerian ESDM 2017).
“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara,” jelas Anang.
Kasus korupsi minyak ini menjadi salah satu yang terbesar pada sektor energi nasional. Sebelumnya, Kejagung menetapkan pengusaha kondang Mohammad Riza Chalid (MRC) bersama delapan orang lainnya sebagai tersangka. Sudah ada 18 tersangka dalam kasus ini.
Kejagung juga mengungkap potensi kerugian negara yang sangat fantastis, mencapai lebih dari Rp 285 triliun.
Jakarta, Beritasatu.com – Aki mobil merupakan salah satu komponen vital yang berfungsi sebagai sumber listrik untuk menyalakan mesin dan mendukung berbagai perangkat elektronik. Karena harganya yang tidak murah, kondisi aki harus selalu dijaga.
Jika pengguna memiliki kebiasaan berkendara yang kurang tepat, bukan tidak mungkin aki menjadi cepat habis dan harus sering diganti. Hal ini tentu akan membuat pengeluaran semakin membengkak.
Top 3 world’s most disgusting foods
00:00
00:47 / 01:37
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
Lalu, apa saja penyebab aki mobil cepat tekor yang perlu diwaspadai? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Deretan Penyebab Aki Mobil Cepat Tekor
1. Kebiasaan pengguna yang buruk
Penyebab aki mobil cepat tekor yang paling umum datang dari kebiasaan pengendara. Salah satu contohnya adalah lupa mematikan lampu ketika mesin mobil tidak menyala. Dalam kondisi ini, aki bekerja ekstra untuk memasok listrik sehingga dayanya cepat terkuras.
ADVERTISEMENT
Selain itu, mobil yang jarang dipakai atau bahkan dibiarkan tidak digunakan dalam waktu lama juga berisiko membuat aki kehilangan daya. Hal ini karena aki tidak mendapatkan suplai listrik dari alternator.
Begitu juga dengan penggunaan mobil untuk perjalanan jarak pendek secara berulang, yang sering kali membuat aki tidak sempat terisi penuh.
Faktor teknis juga sangat berpengaruh pada usia aki. Aki yang sudah berumur tua secara alami akan kehilangan kapasitas penyimpanan daya. Alternator yang bermasalah juga dapat menghambat suplai listrik ke aki, sehingga pengisian tidak optimal.
Kualitas aki pun tidak kalah penting. Produk palsu atau berkualitas rendah cenderung lebih cepat rusak. Bahkan pemasangan terminal aki yang kurang kencang bisa menyebabkan aliran listrik tidak stabil dan daya aki cepat hilang.
3. Penggunaan aksesori berlebihan
Tren modifikasi mobil sering kali mendorong pemilik untuk menambahkan berbagai aksesori, seperti lampu tambahan, perangkat audio berdaya besar, hingga charger ganda.
Jika pemasangan tidak sesuai standar dan beban listrik terlalu besar, aki akan bekerja melebihi kapasitasnya. Kondisi ini secara langsung memperpendek umur aki.
4. Pengaruh kondisi cuaca
Lingkungan juga menjadi salah satu penyebab aki mobil cepat tekor. Suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat memengaruhi proses kimia di dalam aki. Akibatnya, performa aki menurun lebih cepat dan daya tahannya berkurang.
Cara Mencegah Aki Mobil Cepat Tekor
Untuk menghindari masalah ini, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan pemilik mobil. Lakukan pemeriksaan rutin pada kondisi aki, termasuk membersihkan terminal dari korosi dan memastikan alternator berfungsi dengan baik.
Hindari penggunaan aksesoris berlebihan terutama saat mesin tidak menyala. Pastikan penggunaan aki sesuai dengan kapasitas kendaraan, serta biasakan mematikan lampu dan perangkat elektronik ketika mobil sedang parkir.
Bagi kendaraan yang jarang digunakan, disarankan untuk memanaskan mesin secara rutin agar aki tetap terisi. Dengan begitu, risiko aki kehilangan daya bisa diminimalisir.
Memahami penyebab aki mobil cepat tekor merupakan langkah penting untuk menjaga performa kendaraan. Mulai dari kebiasaan pengguna, kondisi teknis aki, penggunaan aksesori berlebih, hingga pengaruh cuaca, semuanya berperan dalam mempercepat habisnya daya aki.
Dengan perawatan yang tepat, usia aki mobil dapat diperpanjang, risiko mogok mendadak bisa dihindari, dan komponen kelistrikan mobil tetap bekerja optimal.
Petugas pos menata logistik bantuan sosial untuk warga. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.)
Jakarta, Beritasatu.com - Program bantuan sosial (bansos) perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak sekadar menjadi bantuan jangka pendek. Bansos diharapkan mampu mendorong penerimanya naik kelas atau berhasil memperbaiki taraf hidup untuk tidak lagi terima bantuan.
Menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, evaluasi bisa dimulai dari data desil pendapatan masyarakat. Langkah ini penting untuk menilai sejauh mana bansos mampu mendorong penerima lebih berdaya secara ekonomi.
Akan tetapi, Telisa berujar, keberhasilan pengentasan kemiskinan ini tidak bisa diukur hanya dari satu kebijakan saja. Bansos perlu didukung program-program lain agar kemiskinan teratasi dan semakin banyak para penerima manfaat bansos tergraduasi.
"Supaya masyarakat naik kelas itu tidak cukup bansos tetapi bersama dengan bansos itu ada Kartu Indonesia Pintar (KIP), terus ada juga prakerja dan program-program lain seperti program keluarga harapan (PKH), peningkatan akses pendidikan ataupun meningkatnya anggaran pendidikan," ungkapnya kepada Beritasatu.com.
00:00
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
ADVERTISEMENT
Telisa menilai, langkah strategis yang juga mendesak adalah integrasi data sosial. Kabar baiknya, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) saat ini dinilai telah padu untuk memudahkan pemantauan dan mendukung proses graduasi.
Dengan data terpadu maka pendataan terkait masyarakat naik kelas secara ekonomi menjadi lebih gampang. Ini juga memudahkan pendataan kelayakan penerima bansos.
"Jadi memang perlu suatu sistem yang semakin lama semakin meningkat dan ada evaluasi terhadap graduasi tersebut. Kita inginkan ketika dia naik kelas atau graduasi nanti dia bisa lebih baik lagi dengan meningkatkan produktivitasnya," imbuh Telisa.
Dia mengungkapkan, gagasan Bank Indonesia (BI) terkait sistem pembayaran terintegrasi Payment ID dapat menjadi solusi. Dalam konteks bansos, Payment ID akan sangat bermanfaat untuk melacak data masyarakat naik kelas yang dipantau dari pengeluaran ataupun peningkatan tabungan.
Dokter masuk dalam data penerima bansos hingga harus ada verifikasi ulang. (Freepik.com/8photo)
Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendorong verifikasi data pegawai BUMN hingga dokter yang diduga terima bantuan sosial (bansos). Hal itu untuk memastikan agar bansos tidak salah sasaran.
Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, mengatakan pihaknya telah meminta Kementerian Sosial (Kemensos) untuk lakukan ground checking atau verifikasi langsung di lapangan terkait kebenaran profesi penerima bansos.
Sebelumnya, PPATK telah menerima sekitar 29 juta data penerima bansos dari Kementerian Sosial. Dari jumlah tersebut, PPATK baru merampungkan analisis terhadap 14 juta rekening penerima bansos.
ADVERTISEMENT
PPATK mengidentifikasi penyaluran bansos masuk ke rekening 27.932 pegawai BUMN dan 7.479 dokter. Selain itu, lebih dari 6.000 eksekutif atau manajer yang terindikasi menerima bansos.
"Data (profesi) tersebut memang benar pengakuan nasabah saat pembukaan rekening. Jadi untuk kebenarannya akan dilakukan ground checking oleh Kemensos ke penerima bansos, intinya seperti itu," jelas Danang dalam program Beritasatu Malam, Senin (11/8/2025).
Ia menambahkan, verifikasi profil penerima bansos ini perlu menjadi perhatian untuk memastikan bansos tersalurkan tepat ke masyarakat yang membutuhkan. Sebab, ribuan rekening penerima bansos ditemukan memiliki saldo di atas Rp 50 juta, dengan data penghasilan di atas Rp 50 juta-Rp 100 juta.
Profil nasabah tersebut juga harus diverifikasi, apakah masih berprofesi yang sama saat pertama kali terima bansos. Selain itu, perlu dilacak kapan penerima bansos dengan latar belakang elit tersebut pertama kali terima bantuan.
Terlebih lagi, lanjut Danang, penerima bansos yang berprofesi sebagai dokter, pegawai BUMN serta posisi manajerial lainnya masih berpotensi bertambah. Hal itu mengingat PPATK baru selesai analisis terhadap 14 juta rekening atau separuh dari 29 juta rekening penerima bansos.
"Kemungkinan jika ada anomali bertambah, segera kami sampaikan ke Kemensos. Ini masih berkelanjutan karena bukan data statis tetapi dinamis, ada penerima bansos naik kelas, ada yang turun kelas," pungkas dia.