Wednesday, July 15, 2020

Vaksin Corona Mulai Ditemukan, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat

Vaksin Corona Mulai Ditemukan, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu ini bisa berpotensi menguat terhadap dolar AS. PT BESTPROFIT
Menurut pengamatannya, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar Asia akan positif hari ini merespon kabar baik dari kemajuan penelitian vaksin virus covid-19. Pergerakan positif ini juga mengikuti pergerakan positif di pasar AS semalam. BEST PROFIT
Untuk diketahui, perusahaan Bioteknologi AS, Moderna melaporkan hasil pengujian vaksin yang sukses memproduksi antibodi di tubuh manusia subyek penelitian. Vaksin merupakan solusi untuk menghentikan penyebaran virus covid-19. BESTPROFIT
Sementara, lanjutnya, pasar juga akan memperhatikan data neraca perdagangan Indonesia bulan Juni yang diperkirakan surplus. Hasil yang surplus bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah. PT BESTPROFIT FUTURES
"Hari ini rupiah berpotensi menguat ke arah Rp 14.350 dengan potensi resisten di Rp 14.500," ujar Ariston dalam riset hariannya, Rabu (15/7/2020). BPF
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Selasa kemarin (14/7/2020) berada di level Rp 14.450 per dolar AS. Level itu melemah dibanding pergerakan Senin sebelumnya di level Rp 14.425 per dolar AS. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE


Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 14.512 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Senin sebelumnya yang di level Rp 14.486 per dolar AS.


Sumber : suara.com

Tuesday, July 14, 2020

IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Seiring Menguatnya Nilai Tukar Rupiah

IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Seiring Menguatnya Nilai Tukar Rupiah

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melanjutkan penguatannya setelah pada penutupan Senin kemarin menguat 0,66 persen di level 5.064. PT BESTPROFIT
Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi. BEST PROFIT
Sedangkan, resisten level terdekat berpeluang untuk digapai dalam beberapa waktu mendatang dengan support level yang sedang berusaha digeser ke arah yang lebih baik. BESTPROFIT
"Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG, sehingga jika terjadi koreksi wajar momentum masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek," ujar William dalam riset hariannya, Selasa (14/7/2020). PT BESTPROFIT FUTURES
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama melihat, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak menuju ke area overbought. BPF
Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
"Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.975 hingga 4.865. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.097 hingga 5.172," kata Nafan.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, diantaranya, ITMG, BBNI, INDF, BBRI, AALI, UNVR, EXCL, ERAA, AKRA, LPPF, MAPI, MNCN, MYOR, TLKM.


Sumber : suara.com

Monday, July 13, 2020

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 14.486 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 14.486 per Dolar AS
PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini (13/7/2020) terpantau menguat. PT BESTPROFIT
Mengutip Bank Indonesia (BI) kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor rupiah terpantau menguat 15 poin ke level Rp 14.486 per dolar AS dari posisi sebelumnya di level Rp 14.501 per dolar AS pada akhir pekan lalu. BEST PROFIT
Sedangkan data Bloomberg Dolar Index, rupiah naik 65 poin ke posisi Rp 14.370 per dolar AS. BESTPROFIT
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan jika dibandingkan dengan perdagangan pekan lalu yang berada di posisi Rp 14.435 per dolar AS. PT BESTPROFIT FUTURES
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya nilai tukar rupiah pada awal pekan ini disebabkan oleh kenaikan indeks saham Asia yang mengikuti sentimen positif penguatan indeks saham AS dan Eropa akhir pekan lalu karena potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. BPF
"Rupiah juga mungkin akan ikut menguat hari ini mengikuti sentimen positif tersebut," kata Aris sapaan akrabnya Senin (13/7/2020). PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
Aris pun menuturkan, gerak rupiah sepanjang hari ini akan berada pada rentang Rp 14.350 dan potensi resisten di Rp 14.500 per dolar AS.
Di sisi lain, lanjutnya, pasar masih memperhatikan perkembangan penularan covid-19 yang terus meninggi yang dikhawatirkan akan melambatkan kembali pemulihan ekonomi.


Sumber : suara.com

Friday, July 10, 2020

Jelang Akhir Pekan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah Lawan Dolar AS

Jelang Akhir Pekan Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melemah Lawan Dolar AS

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat ini bisa berpotensi melemah terhadap dolar AS. PT BESTPROFIT
Menurut pengamatannya, kekhawatiran peningkatan penularan kasus covid-19 global kembali menjadi sentimen negatif yang bisa menekan pergerakan aset berisiko di sesi Asia hari ini, termasuk rupiah. Data penularan Covid-19 di Indonesia sendiri juga terus menunjukkan kenaikan dan belum melandai. BEST PROFIT
Kekhawatiran ini menutupi potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. BESTPROFIT
Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali tertekan ke kisaran 0,615 persen, turun sekitar 7 persen dari penutupan perdagangan Rabu kemarin. PT BESTPROFIT FUTURES
Ini mengindikasikan pasar kembali mencari aset aman sebagai alternatif investasi dengan memegang aset dolar AS. BPF
"Rupiah berpotensi bergerak melemah hari ini menuju ke area Rp 14.550 dengan potensi support di kisaran Rp 14.400," kata Ariston dalam riset hariannya, Jumat (10/7/2020). PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis kemarin (9/7/2020) berada di level Rp 14.395 per dolar AS. Level itu menguat dibanding pergerakan Rabu sebelumnya di level Rp 14.410 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis kemarin berada di level Rp 14.446 per dolar AS. Posisi itu menguat dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang di level Rp 14.460 per dolar AS.


Sumber : suara.com

Thursday, July 9, 2020

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 14.446 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 14.446 per Dolar AS

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (9/7/2020) terpantau terus menunjukan keperkasaannya melawan dolar AS. PT BESTPROFIT
Mengutip Bank Indonesia (BI) kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor rupiah terpantau menguat 14 poin ke level Rp 14.446 dari posisi sebelumnya dilevel Rp 14.460. BEST PROFIT
Sedangkan data Bloomberg Dolar Index, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp 14.355 per dolar AS. BESTPROFIT
Pagi ini nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 14.355 hingga Rp 14.356 per dolar AS. PT BESTPROFIT FUTURES
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya nilai tukar rupiah pada hari ini disebabkan pelaku pasar masih akan fokus ke potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko. BPF
"Beberapa data ekonomi yang dirilis pagi ini menunjukan pemulihan, seperti data pesanan mesin Jepang bulan Mei yang meningkat 1,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Aris sapaan akrabnya. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
Dirinya pun memperkirakan bahwa sepanjang hari ini nilai tukar rupiah akan bergerak positif dengan menguat di range antara Rp 14.350 - Rp 14.500 per dolar AS.


Sumber : suara.com

Wednesday, July 8, 2020

Dear Investor, Siap-siap Lihat Harga Emas di Atas US$ 1.800

Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Harga emas dunia menguat 0,49% pada perdagangan awal pekan kemarin ke US$ 1.786,64/troy ons. Level tersebut merupakan penutupan perdagangan tertinggi sejak 4 Oktober 2012. Tetapi pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2020), logam mulia ini kembali terkoreksi.  PT BESTPROFIT
Pada pukul 17:05 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.776,34/troy ons, melemah 0,43% di pasar spot, melansir data Refinitiv. BEST PROFIT
Emas saat ini sudah dekat dengan level psikologis US$ 1.800/troy ons, sehingga sangat rentan diterpa aksi ambil untung (profit taking) yang membuat harganya turun. BESTPROFIT
Pergerakan harga emas sejak kemarin sekali lagi mengikuti arah bursa saham dunia. Kemarin bursa saham Asia, Eropa, hingga Wall Street di Amerika Serikat mencetak penguatan. Tetapi pada hari, aset-aset berisiko tersebut berbalik arah. PT BESTPROFIT FUTURES
Di Asia, kecuali indeks Shanghai Composite China, semua bursa utama melemah. Begitu juga dengan bursa saham utama Eropa. Indeks berjangka Wall Street, juga berada di zona merah, yang menjadi indikasi bursa saham AS akan dibuka melemah malam nanti waktu Indonesia. BPF
Emas merupakan aset aman (safe haven), sementara saham adalah aset berisiko. Status keduanya bertolak belakang, sehingga pergerakannya seharusnya berlawanan arah. Tetapi nyatanya, pergerakan keduanya sering kali seirama. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
Pergerakan seirama dua aset yang berlawan status ini sangat kentara pada bulan Maret, ketika bursa saham mengalami aksi jual, harga emas justru ikut merosot.
Oleh karena itu, jika bursa saham kembali menguat, maka emas akan lebih bertenaga untuk melewati level psikologis US$ 1.800/troy ons.
Bahkan jika dilihat dalam jangka panjang, harga emas menguat saat indeks saham melesat naik. Lihat saja ketika emas menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011, bursa saham AS saat itu juga turut menguat.
Penyebabnya, kebijakan quantitative easing (QE) yang dilakukan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Kebijakan yang sama diterapkan saat ini, bahkan dengan nilai pembelian aset (obligasi pemerintah dan surat berharga) yang lebih besar. Sehingga pergerakan emas dan Wall Street bisa jadi akan seirama lagi, meski terkadang berlawanan akibat aksi profit taking. 
Oleh karena itu, jika bursa saham kembali menguat, emas berpeluang melesat mencapai US$ 1.800/troy ons atau bahkan lebih tinggi lagi.
Pelemahan emas di pekan ini sudah diprediksi oleh para analis Wall Street, sebagai dampak aksi profit taking. Tetapi outlook emas masih bullish atau dalam tren naik.
Hasil survei Kitco terhadap 17 analis di Wall Street menunjukkan 12 orang atau 70% memprediksi emas akan menguat lagi pekan ini. Sebanyak 18% memprediksi melemah, dan sisanya netral.
"Ini sangat jelas ada dasar di pasar, dan investor melakukan aksi buy on dip (beli saat harga emas turun)," kata Kevin Grady, Presiden Phoenix Futures and Option LLC, sebagaimana dilansir Kitco. "Saya tidak akan menjual (emas) saat ini," tambahnya.
Penurunan harga emas juga diramal oleh Sean Lusk dari Wals Trading, tetapi lebih karena aksi ambil untung (profit taking). "Outlook emas tidak pernah sebaik ini. Anda mungkin melihat profit taking dalam waktu dekat, tetapi tren penguatan masih tetap terjaga," kata Lusk.
Sementara itu, Charlie Nedoss, ahli strategi pasar senior dari LaSalle Futures Group, melihat pergerakan emas dunia dari sisi analisis teknikal. Nedoss mengatakan tidak akan khawatir akan pelemahan harga emas, sampai menguji indikator rerata pergerakan 20 hari (20-day moving average) di kisaran US$ 1.750/troy ons.
Artinya, menurut Nedoss, emas masih akan dalam tren menguat selama di atas US$ 1.750/troy ons.
Secara teknikal, belum ada perubahan outlook emas dari awal pekan kemarin, mengingat resisten (tahanan atas) US$ 1.788/troy ons masih belum dilewati. Kemampuan melewati resisten tersebut menjadi syarat pertama bagi emas agar mampu mencapai US$ 1.800/troy ons atau bahkan lebih tinggi lagi di pekan ini. 
koreksi emas terdalam pada pekan lalu terjadi pada hari Kamis, menyentuh US$ 1.756/troy ons. Tetapi setelahnya harga emas justru berbalik menguat. Pergerakan tersebut menjadi salah satu indikasi aksi buy on dip para pelaku pasar.
Outlook emas masih sama, setelah berhasil break out level US$ 1.744/troy ons yang merupakan batas atas pola Rectangle pada hari Senin (22/6/2020).

xauGrafik: Emas (XAU/USD) Harian
Foto: Refinitiv
Pola Rectangle menjadi indikasi emas berada dalam fase konsolidasi atau bergerak sideways, dengan batas bawah di US$ 1.670/troy ons. Rentang batas bawah ke batas atas pola Rectangle sebesar US$ 74, jadi ketika batas atas berhasil ditembus maka target penguatan emas juga sebesar US$ 74 dari batas atas US$ 1.744/troy ons.
Artinya, target penguatan emas ketika pola Rectangle ditembus adalah US$ 1.818/troy ons, lebih tinggi dari level psikologis US$ 1.800/US$.
Sementara itu, indikator stochastic masih berada di wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun.
Koreksi berisiko membawa harga emas ke level US$ 1.744 yang menjadi support (tahanan bawah) kuat. Selama bertahan di atasnya, peluang emas ke US$ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.



Sumber : cnbcindonesia.com

Tuesday, July 7, 2020

Harga Emas Antam Bisa Tembus Rp 900.000 Lagi Gak Ya?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Harga emas Antam pada perdagangan Senin kemarin (6/7/2020) kembali membukukan kenaikan di tengah kekhawatiran atas lonjakan infeksi virus corona kembali menghantui pemulihan ekonomi yang baru lahir, mendorong investor untuk mencari logam safe havenPT BESTPROFIT

Meski harga emas Antam hanya naik Rp 1.000 alias seceng atau 0,11% menjadi Rp 873.120/gram dari perdagangan sebelumnya. Namun, ini merupakan kenaikan untuk ketiga hari berturut. BEST PROFIT
Harga ini mengacu pada harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum yang naik sebesar 0,11% berada di Rp 87,112 juta dari harga sebelumnya Rp 87,012 juta per batang. BESTPROFIT
Sebelumnya, pada perdagangan Sabtu (4/7/2020) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini melonjak Rp 2.000 pada Rp 872.120/gram dari harga Jumat yakni Rp 870.120/gram. PT BESTPROFIT FUTURES
Adapun khusus harga 1 gram emas Antam Senin (6/7/2020) naik seribu ke Rp 931.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 930.000/gram pada Sabtu.  BPF
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik 0,12% atau Rp 1.000 ditetapkan pada Rp 829.000/gram, dari posisi Sabtu lalu yakni Rp 828.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE
Sepekan dan Semester I 
Emas Antam dalam sepekan terakhir, Sabtu (27 Juni-4 Juli) ternyata mampu memberikan gain atau keuntungan hingga Rp 18.000/gram. Pada Sabtu pekan sebelumnya (27/7), harga emas Antam Rp 854.120/gram, sementara Sabtu pekan lalu (4/7) harganya Rp 872.120/gram.
Kenaikan harga emas Antam sepekan ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus corona secara global yang mencapai lebih dari 11 juta orang, memicu kekhawatiran ekonomi dunia masuk jurang resesi sehingga meningkatkan aset-aset aman seperti emas.
Kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot sepekan kemarin yang juga naik sebesar US$ 4,17 atau 0,24% ke level US$ 1.774,79/oz pada penutupan dini hari tadi dari US$ 1.770,62/oz pada penutupan perdagangan Jumat lalu (26/6/2020), mengacu data Refinitiv.
Pada periode semester I, emas dunia sempat mengalami aksi jual masif di bulan Maret hingga menjadi negatif secara year-to-date (YTD). Tetapi setelahnya, logam mulia ini kembali menanjak. Pada 30 Juni lalu, emas dunia berada di level US$ 1.780,66/troy ons, membukukan penguatan 17,38% sepanjang semester I.
Penguatan tersebut terbilang moncer, tetapi ternyata masih kalah cemerlang dibandingkan emas Antam. Harga emas Antam melesat 20,63% atau Rp 147.120/gram pada semester I.
Di akhir semester I-2020, harga emas Antam batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 86.012.000/batang atau Rp 860.120/gram.
Harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya (Selasa, 14/4) di level Rp 899.000/gram. Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram.


Sumber : cnbcindonesia.com