Thursday, May 11, 2023

Iwan Hutagalung, Bos Depot Air Isi Ulang Dimutilasi Karyawannya di Semarang

 

Semarang, Beritasatu.com – Iwan Hutagalung (53), pemilik depot air isi ulang di Semarang, Jawa Tengah, dimutilasi saat masih hidup oleh karyawannya sendiri.

Setelah memutilasi, sang karyawan, Muhammad Husein (28), kemudian mengecor jasad korban.

Kasus mutilasi itu diungkap Kepolisian Resort Kota Besar Semarang, Jawa Tengah.



Advertisement

Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan berencana terhadap pemilik depot air isi ulang di Jalan Mulawarman, Tembalang, Kota Semarang.

Husein ditangkap setelah kabur ke Banjarnegara seusai membunuh juragannya, Iwan Hutagalung.

Di hadapan awak media, Husein nekat memutilasi saat korban masih hidup. Ia menjelaskan sudah merencanakan pembunuhan tersebut pada Senin (1/5/2023).

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Semarang, mengatakan, pelaku beraksi pada Kamis (4/5/2023) malam.

Aksi Husein didasari rasa sakit hati kepada korban karena mendapat perlakuan buruk selama bekerja. Husein mulai bekerja kepada Iwan Hutagalung sejak awal bulan puasa lalu.

Tuesday, May 9, 2023

Kabar Waskita Disuntik Mati, Kementerian BUMN Beri Penjelasan

 Arya /Anisatul Umah Foto: Arya/ anisatul Umah


PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  - Emiten konstruksi milik BUMN di sektor karya, PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) kini nasibnya sedang di ujung tanduk. Bahkan, beredar kabar bahwa perusahaan tersebut akan disuntik mati. Hal itu seiring dengan rencana Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menggabungkan Waskita dengan Hutama Karya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menampik isu tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya perbaikan melalui restrukturisasi di tubuh Waskita Karya.

"Ngga ada (suntik mati)," kata Arya saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Senin malam (8/5). PT BESTPROFIT



Arya melanjutkan lebih jauh, upaya perbaikan terhadap Waskita dilakukan satu per satu mulai dari pembayaran utang kepada bank-bank yang memberikan kredit dan pemegang obligasi. Mereka semua diperlakukan sama, yaitu penundaan pembayaran.

"Jadi kita melakukan perlakuan yang sama terhadap semua. Baik itu yang punya obligasi maupun yang punya utang-utang perbankan dan lain sebagainya. Jadi nggak boleh ada perbedaan perlakuan, diskriminatif, maka langkah-langkah yang dilakukan terhadap semua pihak-pihak yang memang punya piutang ke waskita (sama)," jelasnya. BEST PROFIT


Arya menambahkan, penyebab kinerja keuangan Waskita berdarah-darah karena terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan target penyelesaian proyek menjadi terhambat. Hal itu memiliki efek domino yang akhirnya berdampak buruk pada kinerja perseroan. BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

"Kita tau persoalannya mereka dulu terlalu agresif, kemudian nggak menyangka kalau korona ini terjadi. Setelah itu ternyata (berdampak pada) target mereka bahwa tol yang mereka punya bisa terjual, ternyata tak terjual. Sehingga pengembalian terhadap target mereka tidak tercapai. Kita melakukan yg namanya restru terhadap Waskita," pungkasnya.

Monday, May 8, 2023

5 Fakta & Kondisi Waskita yang Dirumorkan Akan Disuntik Mati

 Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), telah menerima seluruh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam rangka aksi korporasi rights issue  senilai Rp 7,9 triliun. Perseroan menargetkan jumlah dana yang ditargetkan sebesar Rp11,96 triliun. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Dok. Waskita)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi milik BUMN di sektor karya, PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) kini nasibnya sedang dipinggir jurang. Bahkan, beredar kabar bahwa perusahaan tersebut akan dipailitkan. Hal itu seiring dengan rencana Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menggabungkan Waskita dengan Hutama Karya.

Adapun beberapa fakta yang mendukung rumor peleburan dengan emiten BUMN Karya lain dan tidak menjadi surviving entity di tengah isu merger yang mencuat akhir-akhir ini, diantaranya:

1. Layangan Gugatan PKPU

Waskita menerima gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari PT Megah Bangun Baja Semesta. Gugatan PKPU tersebut diterima pada 17 Februari 2023 terkait permintaan pelunasan utang senilai Rp 2,93 miliar.

PT Megah Bangun Baja Semesta merupakan salah satu vendor proyek pembangunan terminal bandara internasional Minangkabau, Terminal Bandar Depati Amir Tahap I dan Renovasi Waskita Rajawali Tower.

Permohonan tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bernomor perkara 38/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Jkt.Pst. Sidang pertama terkait gugatan dijadwalkan Selasa, 21 Februari 2023.

Gugatan tersebut dilayangkan pada saat perdagangan saham Waskita dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI perusahaan menunda pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

Waskita, saat ini memang sedang berbenah memperbaiki kinerja keuangannya. Sehingga perseroan melakukan perubahan beberapa jadwal perubahan pelunasan pokok obligasinya. Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II Tahun 2018 Seri B dari semula 23 Februari 2023 menjadi tanggal 16 Juni 2023.

Melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 tanggal 17 Februari 2023, para pemegang obligasi telah menyepakati perubahan jadwal dan periode pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 Seri B. Untuk pembayaran ke-18 dari sebelumnya pada tanggal 28 Maret 2023 menjadi tanggal 28 Juni 2023.

Selain itu, melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 tanggal 17 Februari 2023, para pemegang obligasi telah menyetujui perubahan jadwal dan periode pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

Sebelumnya, BEI menghentikan perdagangan obligasi dan sukuk perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut di seluruh pasar. Pemberhentian perdagangan terhitung sejak sesi I perdagangan efek 16 Februari 2022 karena perusahaan menunda pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

Selain itu, Pefindo juga telah menetapkan peringkat idCCC untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Seri B Tahun 2018, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B Tahun 2018, Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Seri B Tahun 2019 dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020.

2. Tak Bisa Bayar Bunga Obligasi Ke-11

PLT Dirut Waskita Karya (WSKT) Mursyid dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (5/5), mengungkapkan gagalnya pembayaran bunga obligasi jatuh tempo tersebut, karena tidak diperolehnya persetujuan dari Pemegang Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2020 seri B atas permohonan untuk menunda Pembayaran Bunga semula pada 6 Mei 2023 menjadi 6 Agustus 2023.

Di sisi lain, kondisi perseroan saat ini dalam masa standstill dimana terdapat ketentuan yang mewajibkan perseroan untuk menerapkan equal treatment kepada seluruh kreditur.

Sehingga perseroan tidak dapat melakukan pembayaran apapun selama masa standstill termasuk melakukan pembayaran bunga dan/atau pokok atas kewajiban keuangan terhadap seluruh pemegang obligasi dan pemberi pinjaman perbankan, dalam rangka proses review secara komprehensif terhadap Master Restructuring Agreement yang efektif sejak 7 Februari 2023 hingga 15 Juni 2023.

Berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2020, apabila kegagalan pembayaran bunga tersebut tidak diperbaiki dalam jangka waktu 14 hari kerja sejak diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat, maka perseroan dapat dinyatakan cidera janji berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dan Wali Amanat atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPO lebih lanjut untuk menentukan tindak lanjut atas cidera janji tersebut terhadap Perseroan.

WSKT menerbitkan Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2020 seri B sebesar Rp135,5 miliar dengan Tingkat Bunga Tetap 10,75% per tahun dalam Jangka Waktu 3 Tahun dan Jatuh Tempo 6 Agustus 2023 dan sebagai Wali Amanat PT Bank Mega Tbk. (MEGA).

3. Direktur Utama Korupsi

Kejaksaan Agung (Kejagung) tekah menetapkan Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020, oleh Kejaksaan Agung RI.

"Adapun 1 orang Tersangka tersebut yaitu DES selaku Direktur Utama PT Waskita Karya (persero) Tbk. periode Juli 2020 sampai sekarang," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Sabtu (29/4/2023).

Dalam kasus ini, Destiawan berperan dalam memerintahkan dan menyetujui pencairan dana supply chain financing (SCF) dengan menggunakan dokumen pendukung palsu untuk digunakan sebagai pembayaran utang-utang perusahaan yang diakibatkan oleh pencairan pembayaran proyek-proyek pekerjaan fiktif guna memenuhi permintaan Tersangka.

"Akibat perbuatannya, Tersangka DES disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," imbuhnya.

Kejagung langsung menahan Destiawan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung. Masa penahanan selama 20 hari sejak 29 April-17 Mei 2023 mendatang. "Untuk mempercepat proses penyidikan, Tersangka DES dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari," jelasnya.

Diketahui, kerugian keuangan negara yang dihitung oleh BPKP dalam kasus ini sebesar Rp 2.546.645.987.644.

4. Menteri Keuangan Tunda Pencairan PMN

Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati berencana menunda pencairan penyertaan modal negara (PMN) bagi PT Waskita Karya (Persero) untuk yang tahun anggaran 2022 sebesar Rp 3 triliun. Sedangkan untuk yang 2021 sudah diberikan Rp 7,9 triliun.

Ini disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, (28/3/2023). Penundaan itu kata dia dilakukan di tengah potensi default perseroan dan penjualannya (kontrak baru) tak sesuai target.

Kita sampaikan ke komite privatisasi, menurut hemat kami lebih baik yang Rp 3 triliun itu kita hold," kata Rionald.

Rionald menjelaskan, dasar usulan supaya PMN Waskita ditahan terlebih dahulu pencairannya karena dari sisi penjualannya untuk mendapat kontrak baru tak sesuai dengan target. Ditambah adanya potensi default atau gagal bayar utang.

"Dalam perjalanannya sales waskita tidak sebaik yang diperkirakan. Kalau tidak salah Rp 28 triliun atau Rp 26 triliun, tapi ternyata yang tercapai hanya Rp 16 triliun," tuturnya.

"Jadi terjadi gap. Saat titik itu kita dapat laporan bahwa keadaannya memburuk artinya keadaannya tidak seperti yang kita ekspektasikan," ucap Rionald.

Menurut Rionald, bila PMN itu nantinya tetap dicairkan maka berpotensi akan menjadi bagian dari budel proses restrukturisasi Waskita. Apalagi, kondisi Waskita kata dia semakin memburuk saat ini dengan potensi gagal bayar pokok dan bunga obligasi.

"Nah itu sebabnya kemudian saat ini dilakukan pembicaraan dulu dengan para bankir, kreditur, sehingga dilakukan penjadwalan. Jadi belum default, tapi masih penjadwalan Waskita," tutur Rionald.

Kendati begitu, Rionald mengakui besaran PMN itu sudah disetujui DPR untuk dicairkan. Makanya, ia mengatakan, opsi yang dipertimbangkan saat ini adalah menahan pencairan PMN nya, selagi Waskita belum jatuh ke dalam pusaran kegagalan pembayaran utang.

"Jadi ini situasi belum default. Tapi dilakukan perpanjangan waktu, dinegosiasikan perpanjangan waktu, jadi masih stand still," tegasnya.

5. Menteri BUMN Akan Gabungkan Waskita Dengan HK

Menteri BUMN Erick Thohir akan melakukan konsolidasi perusahaan dengan skala besar seperti Hutama Karya (HK), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), hingga PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) masih dalam proses pengkajian.

"Sistemnya kepemilikan seperti HK dan Waskita, seperti Bank Mandiri punya BSI padahal di bawahnya merger, tapi keputusan ini belum terjadi," jelasnya.

Erick mengungkapkan, proses konsolidasi akan disesuaikan dengan cetak biru (blueprint) dua tahun lalu yang diterbitkan Boston Consulting Group (BCG). Laporan tersebut telah merekomendasikan cukup ada empat BUMN karya yang memiliki segmentasi berbeda sesuai dengan keahlian.

"Sebaiknya BUMN karya dari sembilan BUMN menjadi empat BUMN. Ada ekspertis di gedung dan lain-lain, jadi tidak semua atau palugada," ungkapnya.

Erick menambahkan, upaya konsolidasi BUMN karya akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu proyek yang saat ini sedang berjalan atau bahkan agar tidak merusak kinerja.

"Jangan sampai merger dan konsolidasi menghambat pembangunan, kan mereka lagi tender. Ini yang kita jaga. Jangan sampai kontraproduktif yang justru menghambat perkembangan usaha. Mesti hati-hati," pungkasnya.

Friday, May 5, 2023

Parah! 30 Saham Sudah Sentuh ARB, Kebanyakan Saham Big Cap

 Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Banyak saham yang terpantau ambles dan sudah menyentuh auto reject bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Jumat (5/5/2023) dan turut membenani IHSG.

Hingga pukul 10:55 WIB, setidaknya ada 30 saham yang ambles dan sudah menyentuh ARB.

Berikut saham-saham yang ambles parah dan sudah menyentuh ARB pada perdagangan sesi I hari ini.

EmitenKode SahamHarga TerakhirPerubahan Harga
Samindo ResourcesMYOH1.530-6,99%
Multipolar TechnologyMLPT1.935-6,97%
Mandala MultifinanceMFIN1.805-6,96%
Merdeka Copper GoldMDKA3.610-6,96%
Indika EnergyINDY2.150-6,93%
Aman AgrindoGULA298-6,88%
Adaro Minerals IndonesiaADMR9556,83%
Astra InternationalASII6.1506,82%
IndoSterling TechnomediaTECH165-6,78%
Dana Brata LuhurTEBE830-6,74%
Prima Andalan MandiriMCOL6.250-6,72%
Halone JaneHALO222-6,72%
Saptausaha GemilangindahSAGE222-6,72%
Era Digital MediaAWAN254-6,62%
PAM MineralNICL284-6,58%
Indo StraitsPTIS426-6,58%
Darmi BersaudaraKAYU71-6,58%
Petrindo Jaya KreasiCUAN860-6,52%
Personel Alih DayaPADA101-6,48%
Central Omega ResourcesDKFT87-6,45%
Metro RealtyMTSM292-6,41%
Dwi Guna LaksanaDWGL132-6,38%
Kokoh Inti ArebamaKOIN103-6,36%
Surya Esa PerkasaESSA590-6,35%
Sumber Global EnergySGER595-6,30%
Multi Makmur LemindoPIPA120-6,25%
Merdeka Battery MaterialsMBMA755-6,21%
Akbar Indo Makmur StimecAIMS242-6,20%
Wijaya Cahaya TimberFWCT76-6,17%
Bumi ResourcesBUMI107-6,14%

Sumber: Refinitiv

Terpantau, banyak saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang menyentuh ARB pada sesi I hari ini. Dari beberapa saham big cap tersebut, terpantau diantarnya merupakan saham yang sedang membagikan dividen, di mana pada hari ini memasuki periode ex date dividen di pasar reguler dan negosiasi, sehingga aksi profit taking investor tak bisa dihindari.

Adapun saham-saham big cap tersebut yakni saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Adapun saham-saham big cap yang sedang memasuki periode ex date dividen yakni saham INDY dan ASII.

Terpantau pada pukul 11:05 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 1,56% ke posisi 6.737,111.

IHSG kembali ambruk setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 resmi dirilis pada pagi hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tumbuh 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,02%.

Namun secara basis kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi RI mengalami kontraksi nyaris 1%, atau tepatnya sebesar 0,92%, dari sebelumnya pada kuartal IV-2022 yang tumbuh 0,32%.

Meski begitu, menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud pertumbuhan ekonomi Indonesia ini masih konsisten di kisaran 5%.

"Tren pertumbuahn ekonimi tahunan selalu 5 p menunjukkan perekonomian kita masih stabil, mulai dari kuartal IV-2021 sampai dengan 2023 kuartal I perekonomian kita tumbuh pada level 5 persen ke atas," papar Edy, dalam rilis data PDB, Jumat (5/5/2023).

IHSG sepertinya terbebani oleh sentimen dari global, di mana krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) masih jauh dari kata selesai.

Sebelumnya The Fed telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan 25 bp untuk merespons inflasi yang masih lengket dan di saat bersamaan krisis perbankan AS masih belum berakhir dengan First Republic resmi dicaplok oleh JPMorgan dan terbaru saham PacWest tercatat ambles lebih dari 50%. Jakarta, CNBC Indonesia

CNBC INDONESIA RESEARCH


PT BESTPROFIT
BEST PROFIT
BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES
BPF
­

Wednesday, May 3, 2023

Kisah Nadiem & Tukang Ojek: Dulu Disayang, Kini 'Ditendang'

 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Foto: Dok: Kemendikbudristek

Jakarta, CNBC Indonesia - Nadiem Anwar Makarim adalah satu dari sedikit orang Indonesia yang punya keistimewaan berlapis. Dia punya dua kombinasi sempurna untuk melangkah ke depan.

Pertama, dia lahir dari keluarga terpandang yang membuatnya cukup "berada". Bapaknya, Nono Anwar Makarim, adalah pengacara ternama Indonesia. Berbagai kasus hukum di tingkat nasional dan internasional sukses ditanganinya.

Barangkali tanpa aspek kedua ini semua langkahnya akan sia-sia. Ya, dia punya otak cerdas. 

Dalam kurun 2002 sampai 2006, Nadiem menimba studi di Amerika Serikat. Dia menyelasaikan kuliah sarjana di Brown University lalu lanjut lagi kuliah pascasarjana di Harvard Business School. Setelah rangkaian kuliahnya selesai, dia pulang kampung dan langsung bekerja di firma konsultasi global, McKinsey selama tiga tahun hingga 2009.

Kedatangannya di Indonesia inilah menjadi titik balik perjalanan karir Nadiem. Kepada almamaternya Harvard Business School, Nadiem cerita kalau dia sebal dan kesal dengan situasi jalanan Jakarta. Kemacetan membuat mobilitas Nadiem, dan juga jutaan orang lain, sangat terhambat. Dia rugi waktu dan uang.

Meski perusahaan tempatnya bekerja menyediakan mobil dan supir, tetap saja dia ogah memanfaatkannya karena alasan tersebut. Alhasil, dia memilih tukang ojek, yang berdiam diri di bawah pohon, sebagai sahabat perjalanannya sehari-hari untuk menembus kemacetan Jakarta.  

Namun, di sisi lain dia merasa heran melihat tukang ojek yang mangkal di pangkalan.

"Tujuh puluh lima persen waktu kerja mereka hanya berdiam diri, sangat tidak efisien," kata Nadiem dalam acara New City Summit Jakarta 2015 lalu.

Alhasil, dia punya ide cemerlang: layanan call center untuk memanggil tukang ojek. Jadi, tukang ojek tidak lagi hanya bengong, ngobrol, dan ngopi sembari menunggu penumpang. Mereka harus 'jemput bola' berdasarkan order pengguna.

Layanan itu kemudian diwujudkan dalam perusahaan rintisan (startup) bernama Go-Jek pada 12 Oktober 2010. Nadiem tak sendiri mendirikan ini. Ada Kevin Aluwi dan Michaelangelo Moran yang ikut serta.

Awalnya, Go-Jek hanya memiliki 20 mitra pengemudi. Pemasarannya pun dari mulut ke mulut, dan tersebar di teman dan saudara Nadiem. Namun, setahun kemudian Nadiem mulai meniru layanan serupa asal AS, yakni Uber. Go-Jek pun mulai mengembangkan aplikasi dan inilah awal perjalanannya.

"Hampir dalam semalam, Go-Jek merombak citra ojek rendahan. Jika sebelumnya dipandang sangat tidak aman, kini tidak lagi demikian. Go-Jek membawa tukang ojek menjadi sangat profesional," tulis Jeffrey Hutton di Harvard Business School.

Beruntung bagi Nadiem karena saat mendirikan Go-Jek dibantu oleh kebangkitan perusahaan rintisan, perkembangan pesat internet, dan bobroknya aturan kendaraan bermotor di Indonesia. 

Tahun 2015 adalah titik balik bagi Go-Jek dan Nadiem. Sebab, di tahun itu perusahannya dapat investasi besar dan mulai mengembangkan tiga layanan utama, yakni GoRide, GoSend, dan GoMart, hingga menarik minat publik.

Masyarakat ramai-ramai menggunakan Go-Jek. Begitu pula tukang ojek pangkalan yang beralih menjadi mitra Go-Jek karena dinilai mampu mendongkrak penghasilan.

Litbang Kompas sendiri pernah menyebut bahwa pada 2014 pendapatan mitra Go-Jek mencapai Rp 10,94 juta. Tentu bagi tukang ojek ini hal menggiurkan. 

Namun, sekarang situasi berbeda. Nadiem kini tak lagi memegang komando di Go-Jek usai dilantik jadi Mendikbud pada 2019. Sedangkan mitra pengemudi pun hidup sulit. 

Dalam pemberitaan CNBC Indonesia beberapa waktu lalu dikabarkan pengemudi Ojol secara umum diprediksi akan menurun drastis. Penyebabnya karena munculnya kebijakan potongan yang membuat penghasilan mereka menyusut. Akibatnya membuat Indonesia mengalami krisis Ojol.

Tuesday, May 2, 2023

Ditopang Pendapatan Berkelanjutan, Laba Pakuwon Melesat 61%

 

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI - Emiten pengembang properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sepanjang kuartal pertama 2023 membukukan laba bersih Rp 658 miliar atau naik 61% dari periode yang sama 2022. Pakuwon Jati juga membukukan marketing sales sebesar Rp 298 miliar pada 3 bulan pertama 2023.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Investor Daily, pertumbuhan laba sejalan pendapatan bersih yang juga naik 5,9% menjadi Rp 1,38 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,30 triliun. "Pertumbuhan itu ditopang recurring revenue (pendapatan berkelanjutan) sebesar Rp 1,08 triliun, naik 28,7% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 842 miliar," tulis laporan itu. PT BESTPROFIT

BEST PROFIT


Dari total pendapatan, pendapatan retail mal Rp 743 miliar, naik 24% dibanding tahun lalu Rp 600 miliar, pendapatan office leasing Rp 80 miliar naik 7% dari tahun lalu Rp 75 miliar. Sementara pendapatan hospitality sebesar Rp 260 miliar, naik 56% dibanding tahun lalu Rp 167 miliar seiring pemulihan ekonomi tahun 2022.

Advertisement

Pendapatan perseroan juga ditopang oleh pemasukan dari pos development yang mencapai Rp 301 miliar turun 35,3% dibanding tahun lalu sebesar Rp 465 miliar. Adapun berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari retail leasing 54%, hotel dan serviced apartment 19%, office leasing 6%, condominium 8%, landed houses sales 10% dan office sales 3%. BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES

BPF­

Hingga kuartal I 2023 , marketing sales dari Pakuwon Jati tercatat Rp 298 miliar, turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 380 miliar. Komposisi penjualan triwulan 1 2023 adalah landed houses 47% serta condominium dan office sebesar 51% dan 2%.

Data terbaru lainya yakni pengeluaran belanja modal triwulan pertama 2023 yang telah dikucurkan oleh perseroan sebesar Rp 511 miliar untuk membiayai pembangunan Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall, renovasi Pakuwon Mall Jogja dan Solo Baru, dan pembelian hotel Four Points by Sheraton Bali, Kuta serta untuk pembelian tanah.



Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2023 sebesar Rp 2,4 triliun yang bersumber dari kas internal. Ivy menyebut, perseroan saat ini memiliki kas internal yang solid sebesar Rp 7 triliun.

Dengan begitu, PWON belum berencana untuk melangsungkan aksi penghimpunan dana guna mendukung ekspansi perseroan ke depan. Jikapun mendesak, perseroan akan memprioritaskan untuk meminjam dari perbankan.

Sesuai rencana, perseroan akan membelanjakan capex sebesar Rp 2,4 triliun di mana sekitar Rp 1,5 triliun untuk akuisisi lahan di Batam, Jawa, dan Bali. Sedangkan sekitar Rp 830 miliar digunakan untuk mendukung konstruksi beberapa proyek seperti mal dan apartemen di Bekasi, extension Pakuwon di Surabaya dan hotel bernama Aloft. Ketiga, perseroan sedang konstruksi tiga kondominium tower di Jawa.

Friday, April 21, 2023

Simak Cerita Lengkap Skandal Lenyapnya Nikel Rp 8,66 T

 smelter Vale Foto: Vale

kandal, dengan yang terbaru membuat rugi salah satu perusahaan hingga US$ 577 juta atau sekitar Rp 8,66 triliun. Kasus ini persidangannya saat ini masih bergulir di pengadilan London.

Awal tahun ini perusahaan perdagangan komoditas asal Swiss yang berkantor pusat di Singapura, Trafigura, mengaku telah menjadi korban "penipuan sistematis" dan menghadapi penurunan nilai lebih dari setengah miliar dolar setelah menemukan pengiriman nikel yang dibeli tidak mengandung logam yang diinginkan.

Kerugian ini terjadi beriringan dengan perkembangan pesat yang dirasakan Trafigura selama satu dekade terakhir hingga menjadi pemain besar utama yang sangat menguntungkan di pasar komoditas global.

Layaknya rumah dagang dan penambang lainnya, Trafigura ikut tersengat demam nikel dan berlomba untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat karena nikel adalah material yang sangat penting dalam memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

Ini bukan skandal pertama yang terjadi di pasar logam, dan tidak pula menjadi yang terakhir pasar logam sejatinya memang terbukti rentan terhadap penipuan.

Trafigura yang dirugikan menuduh perusahaan yang dikendalikan oleh pedagang logam Prateek Gupta, termasuk TMT Metals dan anak perusahaan UD Trading Group menjadi pihak yang bersalah.

Pengiriman yang Tertunda serta Isi yang Berbeda

Trafigura berdagang dengan Prateek Gupta, namun setelah lama menunggu pesanannya tak kunjung datang. Oleh pihak manajemen awalnya hal ini dianggap wajar karena pembukaan ekonomi pasca pandemi covid-19 sempat mendisrupsi rantai pasok global.

Setelah menunggu lama kargo yang konon mengandung nikel tak kunjung tiba di tujuan, meskipun waktunya telah diperpanjang dari perkirakan awal. Setelah diselidiki kargo-kargo tersebut diketahui selama perjalanannya berhenti di lebih banyak pelabuhan dari yang diharapkan dan tiba-tiba berhenti menunjukkan dokumentasi, aku Trafigura.

Trafigura mulai memeriksa sejumlah kecil kontainer di Rotterdam. Ketika dibuka, kargo tersebut tidak mengandung nikel. Sebaliknya, masih diisi oleh bahan bernilai lebih rendah seperti baja karbon.

Setelah memeriksa sekitar 156 dari 1.104 kontainer di Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Belanda pada bulan Desember dan Januari, perusahaan mengungkapkan tidak ada satu pun dari kargo yang diperiksa berisi material yang sesuai dengan kontrak.

Baca:Skandal Baru! Pesan Nikel, LME Malah Dikirim Batu
Kecewa dengan mitra bisnisnya, Trafigura dalam pernyataan tanggal 9 Februari mengatakan bahwa mereka telah memulai proses hukum terhadap Gupta dan perusahaan yang terlibat.

Trafigura lalu meminta hakim London untuk membekukan aset yang terkait dengan Prateek Gupta dan perusahaannya, menurut pengajuan Trafigura ke pengadilan. Dalam beberapa jam, hakim telah membekukan aset hingga US$ 625 juta (Rp 9,38 triliun).

Dalam kisruh tersebut, nama perusahaan tambang RI sempat masuk dalam pusaran, meskipun keterlibatannya relatif minim atau tidak ada sama sekali, setidaknya hingga saat ini kala persidangan masih berlangsung.

Berdasarkan dokumen pengadilan Gupta mengklaim telah menawarkan letter of credit lebih lanjut kepada unit bisnis perdagangan holding pertambangan Indonesia, Mind ID.

Letter of credit adalah salah satu alat pembiayaan utama yang mendukung perdagangan global, memberikan jaminan kepada penjual barang bahwa lembaga keuangan akan menutupi kekurangan apa pun jika pembeli gagal membayar.